Oknum PNS diduga terlibat penggelapan mobil, ini kata Karutan Rangkasbitung dan anggota DPRD

by -344 views

MITRAPOL.com, Lebak – Keterlibatan AR oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Rutan Rangkasbitung diduga terlibat dalam kasus penggelapan mobil membuat Kepala Rutan (Karutan) Rangkasbitung Aliandra Harahap dan anggota DPRD Lebak angkat bicara.

Aliandra Harahap mengatakan, pihaknya sudah melakukan klairifikasi dengan AR dan yang bersangkutan sudah mengakui hal tersebut. Namun, dikarenakan pihkanya belum pernah menerima pengaduan resmi atau tertulis dari masyarakat sebagai korban, pihaknya tidak bisa berbuat lebih jauh.

“Pada prinsipnya kami mendukung upaya penegakan hukum dari permasalahan yang membelit AR,” kata Aliandra melalui pesan Whatsapp yang diterima wartawan, Rabu (8/5/2019).

Yoga, Bagian Humas Rutan Rangkasbitung menyatakan, pihaknya meminta agar permasalah yang membelit dengan AR jangan membawa-bawa lembaga Rutan lebih jauh. Karena, permasalahan Yang menimpa AR merupakan masalah personal tidak ada sangkut pautnya dengan lembaga Rutan.

“Kami sama sekali tidak membatasi hak dan kewajiban para wartawan, namun kami minta jangan libatkan lembaga Rutan terlalu jauh, silahkan ajukan surat aduan dari masyarakat yang merasa dirugikan ditujukan kepada Karutan,” ujar Yoga.

Sementara itu, Djudju Yumiarsih Anggota DPRD Kabupaten Lebak menyayangkan dengan kelakukan AR yang setatusnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Kemenkumham yang tahu akan hukum.

Untuk itu, pihaknya mendorong agar kepala Rutan dan Kemenkumham Provinsi Banten menindak tegas atas perilaku AR yang sudah mencoreng lembaga Rutan atau Kemenhumkam.

“Iya kita juga sudah mengetahui tindak tanduk AR diluar kerjanya yang kerap terlibat dalam kasus yang sama,” papar Djudju.

Lanjutnya, dia melihat AR ini merasa terlindungi dengan seragam yang dia kenakan sebagai PNS Kemenkumham. Sehingga, dia mengganggap tidak ada lembaga atau siapapun bisa menyentuhnya.

“Di negara ini tidak ada yang kebal hukum dan kami juga meyakini orang-orang dijajaran Rutan sudah mengetahui tentang tindak tanduk AR yang sering terlibat masalah jual beli mobil yang tidak jelas kepemilikannya. Untuk itu ASN seperti ini harus diberi hukuman disiplin sebagai ASN yang harusnya menjadi contoh bukan malah menjadi bajingan,” ungkap Djudju.

Berita sebelumnya, Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Rutan Rangkasbitung berinisial AR warga Komplek Perumahan Pepabri, Jalan Maulana Yusuf RT 01/09, Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak diduda menjadi penadah dan terlibat dalam penggelapan mobil milik Iin Indirawati Warga Serang, Provinsi Banten.

Iin Indirawati kepada sejumlah wartawan menjelaskan, adapun kronologis terjadinya penggelapan mobil miliknya jenis Inova tipe E dengan Nopol B 1536 EKM, berawal saat dirinya menyuruh supirnya Wingki untuk menyewakan tiga mobil miliknya termasuk yang Inova kepada perusahaan. Namun, bukannya disewakan ketiga mobil tersebut menghilang dan diketahui salahsatu mobilnya yang Inova dijual tanpa BPKB ke wilayah Lebak yang ternyata pembelinya atau penadahnya adalah AR yang statusnya seorang PNS di Rutan Rangkasbitung. (tim) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *