Polres Mimika kantongi identitas oknum caleg yang diduga mengerahkan massa

  • Whatsapp
Kapolres Mimika, AKBP. Agung Marlianto, S.Ik.,MH,

MITRAPOL.com, Timika – Kepolisian Polres Mimika menahan seorang dari lima orang yang ditangkap karena diduga mengerahkan massa dan melakukan aksi protes terhadap hasil pleno rekapitulasi suara pemilu serentak 2019 tingkat kabupaten Mimika tepatnya pada pleno perhitungan suara untuk Distrik Mimika Baru (Miru) Kabupaten Mimika, Papua.

Sebelumnya hadirnya massa berkisar 50 an orang datang memadati pintu masuk Graha Emeneme Yauware yang dijaga ketat Aparat TNI/Polri tempat digelarnya rapat pleno rekapitulasi suara Mimika Baru. Kamis (9/5) dinihari sekitar pkl 00:30 WIT.

Aksi tersebut dimaksudkan untuk menolak hasil pleno yang disampaikan oleh Penyelenggara Pemilihan Distrik (PPD) Mimika Baru.

Kepala kepolisian resort (kapolres) Mimika, AKBP. Agung Marlianto, S.Ik.,MH, dihadapan awak media pasca penetapan rekapitulasi suara pileg 2019, di Graha Emeneme, jumat, (10/05) menyatakan kelima orang yang diamankan telah dimintai keterangan lebih mendalam di polsek miru untuk untuk mengetahui motif termasuk aktor intelektual dibalik aksi tersebut.

Dari lima orang yang diamankan empat kita sudah lepas dan satu orang yang kedapatan membawa senjata tajam kita tahan untuk diproses, karena memang disitu ada ancaman berat diatas lima tahun penjara sehingga kita tahan” kata Kapolres Agung

Selain itu oknum caleg yang diketahui sengaja mengerahkan massa sudah dikantongi identitasnya, Kapolres menyebutkan inisial dari caleg tersebut adalah ‘OL’ dia merupakan salah satu caleg dari partai baru”. Tutupnya.

Sebelumnya Kapolres mimika, AKBP. Agung Marlianto, S.Ik, MH, telah menghimbau agar tidak boleh ada yang melakukan aksi pengerahan massa pada malam hari selama masa pemilu 2019 berlangsung.

“Kita himbau kepada caleg yang tidak puas menerima hasil putusan agar menggunakan jalur-jalur yang ada, yakni silahkan mengadu di Sentra gakkumdu ataupun bawaslu yang pnting siapkan bukti yang kuat,” tutupnya.

 

 

Reporter : AQM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *