Tolak premanisme, masyarakat Jambi berharap tim khusus berantas debt collector 

by -84 views

MITRAPOL.com, Jambi – Ada sekitar 25 orang mengatasnamakan aliansi tolak premanisme mendatangi Kantor FIF Cabang Jambi berada di Jelutung Kota Jambi, Kamis (9/5/2019) kemarin.

“Dalam tuntutan itu masa meminta FIF bertanggung jawab atas tindakan penganiayaan yang dilakukan debt collector ke konsumen yang terjadi pada tanggal 30 April 2019,” ujar kordinator aksi, Muksin.

Lanjut Muksin, usai menggelar aksi di FIF, masa berencana ingin menggelar aksi lanjutan ke Polda Jambi yakni dengan tuntutan pihak kepolisian Polda Jambi agar membentuk tim khusus pemberantasan premanisme berkedok debt collector yang sangat menjamur di kota Jambi untuk menciptakan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

“Di depan kami dan disaksikan juga oleh petugas kepolisian sekitar 40 orang yang diduga debt collector merampas secara paksa dua unit kendaraan motor milik masa yang melakukan aksi bersama kami tanpa menunjukan surat-surat serta mengambil Pengeras suara / Toa yang digunakan untuk aksi,” katanya.

Muksin menilai, pelanggaran itu merupakan perbuatan melawan hukum sebagai aksi premanisme yang berkedok debt collector, karena dalam proses penarikan harus berdasarkan ketentuan perundang-undangan dengan keputusan dari Pengadilan Negeri setempat.

Ketua Umum Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI) Pusat, Kurniadi Hidayat menyayangkan perbuatan yang dilakukan tersebut.

“Kami sepakat dengan apa yang disampaikan oleh masa yang meminta Kapolda Jambi membentuk tim khusus dalam rangka memerangi premanisme yang berkedokan debt collector kemudian melakukan sweping dijalan-jalan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku pengawas pembiayaan diharapkan dapat bekerja dengan maksimal untuk menindak tegas pelaku pembiayaan yang melanggar aturan,” kata Kurniadi Hidayat.

Untuk diketahui bahwa pada tanggal 30 Mei 2019 telah terjadi tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh preman berkedokan debt collector yang telah dilaporkan ke Mapolresta Jambi dengan nomor laporan STPL/B-310/IV/2019/SPKT III/Polresta Jambi.

Debt collector berupaya merampas sepeda motor milik seorang mahasiswi di Jambi, Voniawati (20) Warga Sipin Kota Jambi diduga dianiaya oleh para preman berkedokan debt collector. Kronologi, korban usai membeli obat di apotek bersama neneknya korban yang berusia sekitar 80 tahun, yang hendak menuju ke rumah. Dipersimpangan empat lampu merah di kawasan Simpang Kawat Kota Jambi dihadang serta akan di tarik paksa kendaraannya oleh 10 orang preman berkedokan Debt Collector yang mengaku dari PT. FIF.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *