Truk milik Dishub Aceh Selatan diamankan saat angkut rokok ilegal, ini tarif sewanya

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Tapaktuan – Terungkapnya peredaran rokok ilegal jalur Siemelue pada Sabtu (9/2/2019) lalu ikut menyeret adanya keterlibatan oknum Dinas Perhubungan kabupaten Aceh Selatan. Pasalnya pada saat ditangkap, sejumlah rokok ilegal itu diangkut dengan menggunakan truk milik Dinas Perhubungan kabupaten Aceh Selatan yang hendak diselundupkan ke kabupaten Siemulue dengan menggunakan kapal penyebarangan Fery.

Untuk mengungkapkan bagaimana mobil dinas milik dinas perhubungan Aceh Selatan ini sampai terciduk mengangkut rokok ilegal, tim Mitrapol.com melakukan penelusuran agar mendapatkan informasi dari sumber yang valid, sehingga semua informasi tersebut dapat menjadi pengetahuan bagi publik.

Kasubag Umum, Perlengkapan dan Kepegawaian Dinas Perhubungan kabupaten Aceh Selatan, Neli Heriani mengatakan memang ada perjanjian kerja sama kontrak operasional mobil truck merek Hino dengan nomor surat No. 551.23/08/PKS/2017, namun kontrak tersebut diyakininya telah menyalahi dengan aturan yang disepakati.

Selaku pihak pertama yang bertangung jawab atas mobil truck hino Nopol BL 8015 TB milik dinas perhubungan Aceh Selatan, dirinya mengaku baru mendapat informasi pasca penangkapan bahwa mobil tersebut sudah dua kali membawa rokok.

“Satu kali berhasil masuk ke kabupaten Siemulue memalui jalur pelabuhan Labuhanhaji dan yang kedua gagal karena tertangkap di dalam kapal Fery satu jam sebelum kapal berlayar pada Sabtu (9/2/2019) pukul 21: 00 Wib ,” ucapnya kepada tim penelusuran Mitrapol, Rabu (13/2/2019) lalu.

Sebanyak 153 kardus berhasil diamankan petugas pada saat itu, yang mana perkardus tersebut berisi 80 slop, sehingga totalnya 12240 slop rokok ilegal diamankan petugas di dalam truk milik dinas perhubungan Aceh Selatan.

Menyangkut masalah kontrak kerja sama mobil tersebut, tim juga mencium adanya kejanggalan, dimana si pengontrak atau pihak kedua telah mengalihkan mobil tersebut kepada pihak lain, padahal didalam surat sudah tertuang dimana pihak kedua tidak dibenarkan oleh pihak pertama untuk mengalih tangankan mobil milik dinas perhubungan Aceh Selatan tersebut.

Selain itu, pihak kedua yang di tandangani Hermantoni warga Meukek juga diduga telah melanggar pasal 2 dalam bentuk kerjasama seperti yang diatur dalam surat perjanjian, bahwa “kerjasama berbentuk kemitraan antara pihak pertama dengan pihak kedua di antara masing-masing memperoleh kemafaatan dan keuntungan dari hasil kerja sama yang dimaksud,” hal ini malah berbanding terbalik, dimana pihak kedua diketahui sudah tujuh bulan tidak membayar sewa mobil serta membiarkan STNK mobil tersebut dalam keadaan mati, tentu hal ini dapat mencoreng nama baik dinas perhubungan Aceh Selatan.

Sementara itu dari hasil wawancara tim dengan Kepala dinas Perhubugan kabupaten Aceh Selatan, Hamzah yang didampingi oleh sekretaris dan Kasubbagnya juga didapatkan perbedaan nominal jumlah harga sewa antara pihak I dan pihak II.

Hamzah membenarkan bahwa mobil yang ditangkap saat menyelundupkan rokok ilegal itu milik dinas yang saat ini dikepalainya, dan mengakui bahwa mobil tersebut memang dikontrakkan kepada Hermantoni pada tahun 2017.

Namun menurutnya, pada tahun 2018 mobil tersebut tidak di persewakan lagi, baru sekitar pertengahan bulan Januari dan sampai Februari 2019 diswekolola nelayan, namun pihaknya belum membuat surat kontrak baru karena mobil tersebut rusak.

Dari keterangan Hamzah, bahwa truk Hino Nopol BL 8015 TB tersebut diswakelola oleh nelayan dengan harga sewa perbulan sebanyak Rp. 2.500.000 (Dua juta lima ratus ribu rupiah)
Namun tim juga sudah mendapat keterangan langsung dari pengemudi saat terjadi penangkapan dua bulan lalu, bahwa harga sewa yang mereka setorkan tiap bulannya adalah Rp. 4.000.000 ( Empat juta rupiah) yang disetorkan langsung ke dinas perhubungan kabupaten Aceh Selatan.

Masyarakat Aceh Selatan dikejutkan dengan pengungkapan peredaran rokok ilegal di pelabuhan penyeberangan Labuhan Haji dua bulan lalu, dalam pengungkapan itu satu unit truk Hino milik dinas perhubungan kabupaten Aceh Selatan diamankan karena telah mengangkut barang ilegal tersebut, ironisnya, dalam penelusuran media mobil tersebut diketahui dalam keadaan tidak terawat dan mati pajak.

 

 

TIM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *