Fantastis … ! Biaya pembuatan sporadik dan proses pemetaan lahan 3 juta rupiah

by -142 views
Mantan Kepala Desa Gedung Meneng Baru, Sukardi

MITRAPOL.com, Lampung – Masyarakat Gedung Meneng Baru, kecamatan Gedung Meneng, kabupaten Tulang Bawang diduga menjadi korban pemerasan.

Berdalih untuk biaya pembuatan surat keterangan kepemilikan tanah tingkat desa atau biasa disebut sporadik, mereka harus mengeluarkan uang yang cukup besar yaitu sekitar Rp 3000.000,00 (tiga juta rupiah). Pendaftaran kepemilikan tanah itu memang wajib dilakukan seperti diatur dalam pasal 1 angka 11 PP no 24 tahun 1997 tentang pendaftaran tanah.

Sayangnya hal itu dimanfaatkan oleh beberapa oknum di desa Gedung Meneng Baru, kecamatan Gedung Meneng, kabupaten Tulang Bawang. Terkait dengan jumlah biaya yang terkesan sangat tinggi dan ada unsur pemerasan, saat di konfirmasi mitrapol.com Sukardi kepala desa non aktif yang masa jabatannya berakhir beberapa bulan lalu mengatakan,”biaya itu atas kemauan masyarakat mas, kami hanya mengamini saja, dan itu sudah diperiksa oleh tim inspektorat tulang bawang yang di pimpin oleh Irwan, biaya itu pun untuk kegiatan pancong alas juga,” tutupnya.

Pengamat Hukum sekaligus Dosen Hukum Universitas Jambi Dr. Bahder Johan Nasution, SH.,MM.,M.Hum, mengatakan,”kalau ada penarikan uang untuk penataan dan pembuatan surat tanah itu harus ada dasar hukumnya, gak bisa main tarik tarik aja, dan bila itu terjadi apalagi dilakukan oleh aparat desa jelas itu unsurnya pemerasan, dan itu ada pidananya.” (dilansir dari Tribun Jambi).

Terpisah masyarakat Gedung Meneng Baru yang enggan disebutkan namanya dipublikasikan saat ditanya merasa keberatan ataukah ikhlas terkait pembayaran itu, dia hanya menjawab, ikhlas gak ikhlas mas, dari pada kami di buat ribet nantinya dan kami gak bisa dapat surat tanah ya mau gak mau kami bayar, tuturnya dengan nada kecewa.

 

 

Reporter : Adi M

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *