Peringati 21 tahun Reformasi, Aktivis 98 adakan tabur bunga

oleh -6 views

MITRAPOL.com, Jakarta, Acara tabur bunga yang di gelar oleh para aktivis 98 merupakan refleksi untuk mengenang jasa para pejuang reformasi yang gugur dalam memperjuangkan demokrasi di negara Indonesia ini

Dalam pers confrence, Wahab Talaho mantan aktivis 98 ini menilai “people power” yang sering disebut sebut dan juga sering digaungkan oleh kubu paslon 02 Prabowo-Sandi itu berbeda dengan istilah “people power” pada saat tragedi dan peristiwa 1998 atau 21 tahun silam.

Loading...

Menurutnya, “people power” yang dilakukan 21 tahun silam itu merupakan murni kehendak rakyat. Dan pada saat itu rakyat murni menghendaki perubahan dalam segi kepeminpinan maupun ekonomi.

“Dulu rakyat menghendaki lahirnya pemimpin tidak diktator, serta kemiskinan yang masif. Kalau sekarang, pemimpinnya adalah pemimpin yang bersih, dan tidak diktator,” ucap Wahab, pada saat pres confrence di Kawasan TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu (12/5/2019).

Lanjutnya “people power yang saat ini sedang digencarkan sarat dengan gerakan politik, hal tersebut menunjukan bahwa ada kekuatan politik cendana atau trah Soeharto masih bermain.

“Prabowo itu adalah menantu dari mbahnya cendana, Soeharto. Itu menunjukan bahwa, mereka tidak rela genggaman kekuasaan mereka hilang 21 tahun lalu ,” wahab menambahkan

Dimana segala cara dilakukan oleh pihak cendana untuk mengembalikan kekuasaan mereka. Salah satu caranya lewat partai politik, sampai dukungan terhadap prabowo lewat kekuatan politik.

“Mereka semua mencoba kembali berkuasa lewat partai politik. Mereka mencoba kembali lewat Prabowo sebagai tuyul orde baru, tuyul cendana,” tutup Wahab.

 

 

Reporter : BS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *