Kajari Way Kanan tindak tegas proses dugaan pembuatan PTSL Bumi Agung

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Way Kanan – Kejaksaan Negeri (kajari) Way Kanan akan segera menindak tegas pelaku dugaan pungli Pembuatan Buku Pendaftaran Tanah Sistematis (PTSL) Bumi Agung, Kabupaten Way kanan, Provinsi Lampung.

Kejaksaan Negeri Way Kanan melalui Kasi Intel Meryon meyampaikan, pihaknya akan menindak lanjuti atas laporan masyarakat beberapa waktu yang lalu terkait dugaan pungli pembuatan PTSL yang terjadi pada wilayah yang dimaksud.

Sebelumnya hal ini sudah diterbitkan oleh beberapa media, dan di laporkan ke Kajati Lampung akan tetapi saat ini tetap di posisikan di kabupaten setempat berdasarkan internal sesuai wilayah yang terjadi,
“Akan kita tindak lanjuti sesuai agenda kerja semua laporan permasalahan yang masuk dalam laporan akan masuk dalam daftar agenda apa lagi ini ranahnya sudah masuk di kajati lampung kami hanya melaksankan perintah kami juga bekerja ingin lebih cepat dalam peyelesaian materinya,” jelas Meryon di ruang kerjanya. Selasa (14/05/19).

Berkaitan adanya yang di laporkan hal tersebut ialah dugaan biaya yang di minta oleh pihak peyelenggara pembuatan buku ptsl tersebut sangatlah pantastis besar di karenakan tidak sesuai dengan ketentuan peraturan pemerintah yang telah di anggarkan untuk pembuatan buku tersebut

Sesuai dengan perbub Bupati Way Kanan Provinsi Lampung nomor 60 tahun 2017 tentang penetapan biaya PTSL pembuatan di daerah masing-masing Desa Kelurahan Kabupaten Way kanan dengan Nilai Rp.200.000.(dua ratus ribu rupiah) per buku.

Dalam sosialisasinya Bupati Way kanan menegaskan pada Perbup ini jangan sampai ada tindakan yang melawan dan melanggar keputusan yang sudah ditetapkan dengan atas penegasan oleh pemerintahan kabupaten setempat.

Tetapi ternyata di wilayah Bumi Agung Way Kanan peraturan ini tidak diindahkan oleh oknum yang diduga kuat melanggar peraturan ini, sehingga masyarakat setempat merasa keberatan membayar pembuatan buku tersebut dengan harga yang mahal, jauh dari jumlah harga yang sudah di tetapkan pemerintah.

 

 

Reporter : Deni andestia

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *