Tiga tokoh aktifis Lebak kritik proyek Jalan Tol Serang – Panimbang

oleh -306 views

MITRAPOL.com, Lebak – Tiga Tokoh Aktifis Lebak, Ahmad Taufiq dari KNPI Lebak, Agus Ider Alamsyah Pembina Elemen Mahasiswa Banten Bersatu dan Achmad Syarif Ketua Komunitas Aspiratif kompak mengkritisi proyek pembangunan jalan tol Serang-Panimbang yang berlokasi di Kecamatan Cibadak, Senin (13/5/2019)

Ketiga Tokoh Aktifis tersebut meminta agar pelaksana pembangunan Jalan Tol Serang Panimbang dapat lebih memperhatikan dampak lingkungan yang terjadi akibat aktifitas pembangunan.

Loading...

Jalan Arif Rahman Hakim Pasarkeong sampai hancur akibat ada aktifitas angkutan tanah buangan dari proyek tol itu.

Kendaraan besar yang tak sebanding membuat jalan langsung rusak kendati baru beberapa kendaraan tanah yang melintas, untung saja langsung dihentikan oleh warga, kata Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lebak, Ahmad Taufiq.

Dia juga mengingatkan, agar jangan terulang kembali ada aktifitas angkutan tanah urugan dengan kendaraan melebihi klas jalan melintas di ruas jalan kecamatan atau desa karena akan merusak jalan milik Pemkab dan Desa.

“Warga harus berani melapor kepihak terkait bila ada mobil tanah urugan over tonase yg melintas ke Jalan Kecamatan atau jalan desa dan Satpol PP juga harus tegas bila ada laporan dari warga terkait proyek pembangunan jalan tol tersebut,” Tegas Topik.

Sedangkan Pembina Elemen Mahasiwa Banten Bersatu (Embun) Agus Ider Alamsyah meminta agar pengawasan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Alat berat dan angkutan di lokasi kegiatan harus diperketat.

“Harus menggunakan BBM solar peruntukan industri Tidak boleh menggunakan solar dari SPBU atau atau menggunakan solar illegal,” tegas Agus.

Namun ketua Komunitas Aspiratif (Komunas) Lebak Ahmad Syarif juga menyoroti betapa lemah perhatian dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari PT. Wika Selaku kontraktor dan PT.Wika Selaku pihak pengelola jalan tol Serang-Panimbang.

Menurut dia, Pelaksana proyek jalan tol itu jangan hanya mau mengambil keuntungan bisnis tanpa berbagi CSR ke masyarakat di wilayah Kabupaten Lebak.

Tambah Syarif, banyak yang bisa dibantu oleh PT Wika dan PT WSP, karena banyak kebutuhan sarana umum warga yang belum bisa dipenuhi Pemkab Lebak karena faktor keterbatasan anggaran yang dimiliki.

Syarif juga meminta agar penyerapan tenaga kerja lokal dan pengusaha lokal terus digenjot dan ditambah.

“Memang sudah ada warga dilibatkan tapi masih harus terus ditambah,” katanya.

Tol Serang – Panimbang yang menghubungkan Serang dan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Tanjung Lesung Banten dan akan tersambung dengan Jalan Tol Jakarta-Merak.

Jalan tol ini memiliki panjang 83,6 kilometer dangan luas total 785 hektare melintasi Kabupaten Serang, Lebak dan Pandeglang dengan melewati 14 kecamatan dan 48 desa/kelurahan.

Jalan tol ini juga digunakan untuk mendukung akses jalan menuju Taman Nasional Ujung Kulon serta Tanjung Lesung.

 

 

Reporter  : Ubay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *