Miris !! Berkedok yayasan yatim piatu untuk memperkaya pengurus yayasan.

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Waykanan – Masyarakat Desa Tanjung Raja Sakti Kecamatan Blambangan Umpu merasa resah oleh sejumlah pengurus Yayasan Panti Asuhan AL- Madinah yang setiap hari meminta uang melalui pengguna jalan dan dari berbagai donatur tidak tetap dengan mengatas namakan bantuan untuk Anak yatim yang ada di yayasan.

Sementara menurut masyarakat yayasan Yatim Piatu tersebut tidak ada penghuni alias tidak ada yatim piatu yang di tampung yayasan tersebut.

Kalau pun ada menurut masyarakat hanya beberapa orang anak masyarakat sekitar yang belajar mengaji pada siang hari, dan setelah mengaji pulang ke rumah masing – masing.

Masih menurut keterangan masyarakat sekitar, setiap bulan dari hasil meminta sumbangan di jalan dan dari beberapa donatur pengurus yayasan bisa meraup uang mencapai tiga puluh juta rupiah. Kegiatan ini disinyalir sudah berlangsung selama lima tahun.

Sebagian besar dana yang di peroleh dibagi oleh para pengurus yayasan dan sebagian lagi di pakai sebagai modal warung ketua Yayasan.

Keterangan beberapa masyarakat diakui oleh bendahara yayasan Al- Madinah Mat Husni.

Mat Husni yang dimintai keterangan oleh Forum Pers Independent Indonesia (FPII) di kediamannya 17/05 mengaku bahwa dirinya selaku bendahara menerima uang berkisar rujuh belas sampai dua puluh lima juta rupiah dalam setiap bulan , yang sebagian besar didapat dari pengguna jalan dan dari beberapa orang donatur tidak tetap.

Dirinya mengaku bahwa menang tidak ada yatim piatu yang tinggal di yayasan tersebut semenjak Pimpinan Yayasan meninggal dunia.

Namun dana yang diperoleh tersebut dipergunakan untuk meneruskan pembangunan masjid dan untuk membayar hutang pimpinan yayasan untuk membangun yayasan tersebut semasa pimpinan Kh Abdul Mukti masih hidup.

Menurutnya kegiatan meminta sumbangan di jalan tersebut sudah mendapat ijin dari pihak kepolisian sektor Blambangan Umpu.

Ditambahkan Mat Husni sejak pimpinan Yayasan meninggal duniah yayasan Al-Madinah di kelola oleh Nurhanani istri almarhm Kh Abdul Mukti, wakil ketua Burhan , Sekretaris yayasan Yaman dan dirinya sendiri selaku bendahara.

 

 

Sùmber : FPII Korwil Waykanan
Reporter : Deni Andestia)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *