Polres Gowa tetapkan 2 tersangka baru kasus Kota Idaman yang masih DPO

by -115 views

MITRAPOL.com, Gowa — Satreskrim Polres Gowa kembali mengungkap kasus Kota Idaman Pattallassang dengan menetapkan Dua orang tersangka baru (DPO) dalam perencanaan pembangunan Kota idaman, Pattallassang, Kabupaten Gowa.

Wakapolres Gowa Kompol Muh. Fajri Mustafa mengungkap semua keterlibatan dalam kasus ini saat Pres realese didampingi Kasubbag Humas AKP. M Tambunan dan Kasat Reskrim Iptu Muh. Rivai. Jumat (17/05/2019) sore.

Fajri mengatakan Anggota kesatuan Satreskrim alias (penyidik) Polres Gowa, kembali mengungkap dan menetapkan 2 (dua) tersangka baru dalam pengembangan Kota Idaman di Pattallassang Kab Gowa, yang mana keduanya masih terlibat sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang).ujarnya

Adapun Ke dua tersangka DPO ini masing-masing berinisial JP (54),SS (54)yang terkait kasus di PT.Sinar Indonesia Property (PT. SIP) dalam perkara pembangunan kota idaman Pattallassang, Gowa.jelas pamen satu Bunga melati dipundaknya

Sementara diketahui mereka ini berdasarkan hasil dari gelar perkara oleh penyidik satreskrim polres Gowa sudah ditetapkan sebagai tersangka pada (03/05) lalu,dimana sebelumnya mereka setelah diperiksa sebagai saksi terlebih dahulu pada Bulan Maret.

Lebih lanjut, terkait dalam status (DPO) yang kini harus disematkan terhadap kedua tersangka,dikarenakan hal tersebut tidak menghadiri atas adanya surat pemanggilan ke dua kalinya, untuk di proses dalam pemeriksaan ulang di satuan satreskrim Polres Gowa,

Dimana dalam kedua surat pemanggilan yakni pada tanggal 3 Mei dan 7 Mei lalu. Beber Fajri dihadapan para awak media

Jadi terhitung mulai hari ini, kedua tersangka yakni initial JP dan SS kini ditetapkan sebagai (DPO). jelasnya

Dari informasi yang di dapatkan bahwa kedua tersangka DPO ini telah memiliki peran yang berbeda, seperti JP (DPO)melakukan tanda tangan surat pernyataan hak atas tanah dari penggarap di PT.SIP, serta tanda tangan surat pernyataan pelepasan hak atas tanah dari PT.SIP ke pembeli.

Sedangkan SS masih (DPO) berperan mewakili PT.SIP melakukan ganti rugi lahan, serta melakukan transaksi atas tanah yang merupakan aset milik PTPN XIV, tambahnya.

Adapun kedua tersangka (DPO) baru ini akan dikenakan pasal 263 ayat 1 KUHP dan pasal 263 ayat 2 KUHP, serta pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP. tutupnya

 

 

Reporter : Mir

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *