Penarikan Mobil secara paksa berhasil dihadang Polsek Bojong Manik.

by -326 views

MITRAPOL.com, Lebak – Sebuah kejadian tidak mengenakan dialami Muhi salah seorang warga Datarcai Desa Cirinten Kecamatan Cirinten Lebak Banten.

Muhi, pemegang gadaian sebuah mobil Pikup berwarna Hitam dengan Nomor Polisi F 8292 UZ dari Sanusi warga kecamatan Wanasalam dengan harga gadai sebesar 28 juta rupiah

Namun tiba-tiba dia didatangi sekawanan orang yang diduga sebagai Debt Collektor bermaksud hendak menarik mobil lantaran diduga bermasalah dalam angsuran.

Diterangkan Ito, Seorang warga yang menyaksikan kejadian upaya penarikan mobil dari tangan Muhi oleh Debt Collektor pada sabtu malam, sekira pukul 18:30 tepatnya di Jembatan Batujaya Cirinten.

“Beberapa orang datang membawa berkas ngaku utusan dari perusahaan untuk menarik mobil, sempat debat dulu tapi akhirnya Muhi mau ikut diajak ke Cirinten,” Terangnya.

Ito, merasa ada yang janggal dan berinisiatif mengadukan kejadian itu kepada Empu agar ditelusurinya.

Setelah itu Empu langsung mencari informasi hingga diketahui Muhi bukan dibawa ke Cirinten, (Tapi Liwat.Red*)

“Setelah saya tau mereka bawa Muhi liwat Cirinten langsung saya telpon anggota Polsek Bojongmanik, minta bantu supaya jalan ditutup,” Kata Empud.

Kasubsektor Cirinten Iptu Edi Sucipto segera mengerahkan anggotanya dan menelpon anggota Polsek Bojongmanik untuk melakukan penutupan jalan dengan berbekal informasi dari Empu.

“Waktu ditelpon kebetulan saya diperjalanan, namun laporan kang Empu saya sikapi kordinasi dengan Brigpol Iman anggota Kanit Reskrim Polsek Bojongmanik. Kordinasi berjalan dengan baik dan akhirnya bisa kami hadang,” Kata Iptu Edi Sucipto selaku Kasubsectror Cirinten Lebak Banten.

Selanjutnya Brigpol Imam mengkonfrontir antara Muhi dengan Debt Collector guna memperjelas tentang status mobil tersebut.

Terungkap bahwa status mobil yang dipegang Muhi adalah sebuah mobil gadaian yang diterimanya dari Sanusi merupakan warga kecamatan Wanasalam, Lebak – Banten

“Sementara status mobil diketahui gadaian namun saat ini belum bisa ditangani karena harus menghadirkan Sanusi terlebih dahulu. maka saya sarankan mobil tetap diamankan disini dulu sampai hari senin.

Tambah Imam, Muhi adalah warga kami bisa dikatakan korban karena dia menggadai dari Sanusi sebesar 28 Juta yang ternyata mobil bermasalah.

Terang Iman, bahkan Sanusi juga pernah meminta uang tambah gadai kepada Muhi 12 Juta dengan iming-iming BPKB mobil akan diserahkan.

“Hari senin kita kumpulkan semua pihak agar masalah ini bisa selesai disini,” Tutup Brigpol Iman

 

 

Tim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *