Ketua LAI Lebak : Hati-hati beredar surat proposal THR dari oknum untuk instansi

by -287 views

MITRAPOL.com, Rangkasbitung – Ketua DPC Lembaga Aliansi Indonesia Posko Garuda Sakti (LAI PSG) Kabupaten Lebak, Toni Ogan mengingatkan kepada seluruh Instansi, Institusi, swasta dan para pengusaha agar selektif dan berhati-hati terhadap oknum yang datang dengan membawa surat atau proposal mengatasnamakan Lembaga Aliansi Indonesia dengan maksud meminta uang partisipasi Tambahan Hari Raya (THR)

Pernyataan Toni Ogan diungkapkan setelah baru-baru ini beredar proposal yang mencatut atas nama Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Posko garuda sakti kabupaten Lebak.

“Oknum itu membuat surat proposal dan stempel lalu digunakan untuk kepentingan pribadi mencari uang THR ke sejumlah pihak” Ujar Toni Saat dijumpai Mitrapol.com dialun-alun Kota Rangkasbitung Senin, (20/5/2019).

Tambahnya lagi, Kata Toni,”Setelah beredar Proposal yang mengatasnamakan Lembaga Aliansi Idonesia Saya mohon instansi,institusi atau swasta berhati – hati dan Harus melihat dulu apabila tidak ada nama dan tanda tangan dari ketua Lembaga Aliansi Indonesia baik divisi BPAN atau DPC PSG Lebak segera melapor kepada saya dalam hal ini selaku ketua DPC Lembaga Aliansi Indonesia, Posko Garuda Sakti (PGS) diKabupaten Lebak,” tegasnya.

Peristiwa tersebut tentu saja tidak hanya Lembaga Aliansi Indonesia, tetapi perlu dijadikan bahan evaluasi para pengurus Lembaga lain seperti LSM Gapura, LBR, RP-NKRI, BENTAR, GEMA PERAK dan Lembaga lainnya yang selama ini Eksis menjalin kemitraan denga Instansi, Institusi dan Swasta di kabupaten Lebak.

Seperti biasa, menjelang hari raya kebanyakan pengurus lembaga mengeluarkan surat atau proposal permohonan partisipasi, sejumlah uang yang diperolen diperuntukan bagi anggota – anggotanya sebagai bentuk kepedulian pengurus lembaga.

Namun ada saja ada oknum nakal yang berani berbuat culas dengan membuat sendiri proposal dan bermain dibelakang ketuanya.

Menurut seorang pegawai disalahsatu kantor swasta dikabupaten Lebak, dirinya sebagai Sekertaris Namun dirinya enggan jika ditulis namanya oleh Mitrapol.com Senin, (20/5/2019).

Menurutnya, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) adalah mitra kerja Instansi, Institusi dan Swasta, Sudah sepantasnya diperhatikan baik dalam bentuk partisipasi atau dengan istilah (THR)

Kendati kerap mengkritisi, mengkoreksi dan bahkan liwat cara aksi (demo) namun tidak serta merta dilihat sebelah mata.

Tupoksi LSM memang sebagian tugasnya sebagai sosial kontrol (pengawasan) dan tidak akan terpisahkan sebagai mitra instansi dan pihak lainnya.

“Harusnya tidak perlu lagi pakai proposal karena itu terkesan kurang bersinergi, LSM dilebak kan enggak ada anggaran jadi harus lebih diperhatikan, akan lebih elok kalau mereka (LSM) itu diundang sambil berbincang, berdiskusi seputar Lebak, setidaknya ada manfaat yang bisa didapatkan,” tutupnya.

 

 

Reporter : Ubay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *