Oknum honorer RSUD Lebak diduga lakukan penipuan

by -682 views

MITRAPOL.com, Rangkasbitung – Tidak tahu terima kasih. Itulah kata-kata yang tepat untuk oknum tenaga honorer di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung berinisial AH yang diduga telah melakukan tindakan penipuan kepada Ahmid Hasan, seorang warga BTN Mutiara, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak.

Tolal uang Ahmid Hasan sekitar Rp 176 juta kini raib dipeloroti AH oknum tenaga honorer di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung – Lebak tersebut.

Menurut Ahmid Hasan, semula AH pernah datang kerumahnya sekitar setahun yang lalu. Saat itu AH datang mengemis dan memohon agar diberikan modal untuk usaha di lingkungan RSUD Adjidarmo (Simpan-pinjam) tempat dia bekerja.

Pada awal mulanya Ahmid Hasan tidak menggubris permintaan dari AH, namun AH tidak menyerah dan terus berusaha untuk menyakinkan Ahmid, karena melihat AH masih satu kerjaan dengan istrinya, akhirnya Ahmid mulai memberikan modal kepada AH

Setelah berjalan beberapa bulan, AH kata Ahmid terus meminta tambahan modal tanpa memberikan laporan secara progres atas usaha yang dia jalankan, AH hanya memberikan data nama nama pegawai RSUD yang telah terdaftar menjadi rekan bisnisnya.

Lagi lagi, Ahmid percaya kepada ucapan AH dan terus memberikan pinjaman untuk menambah modal, sampai tak terasa hampir mencapai Rp176 juta.tanpa ada laporan perkembangan bisnis yang dikelola AH tersebut.

“Selama satu tahun AH tidak pernah melaporkan progres usaha yang digelutinya, ia hanya melaporkan nama nama pegawai RSUD yang diakuinya sebagai mitra bisnis. Selama itu pula AH belum pernah menyetorkan kembali uang modal kepada saya,”kata Ahmid.

Pada suatu kesempatan kata Ahmid, AH datang kerumah untuk melaporkan jika bisnis yang dikelolanya bangkrut karena ditipu pihak lain.

Ahmid Hasan yang merasa curiga mendengar pengakuan dari AH kemudian berinisiatif menyuruh istrinya untuk mengecek kepada nama-nama yang selama ini diperlihatkan AH kepadanya.

Namun seteah dicek, ternyata tak satupun dari nama-nama yang disodorkan mengaku menjalin kerjasama dengan AH.

Setelah pengecekan, Ahmid pun meminta penjelasan dari AH, tanpa mampu mengelak akhirnya mengaku bersalah dan akan mengembalikan uang yang ia terima namun meminta waktu selama tiga bulan.

Setelah tiba dalam jangka waktu yang ditentukan, Ahmid kembali menghubungi AH, Tapi sayangnya bukan menepati janji, AH justru malah bertingkah tidak tahu terima kasih, menantang Ahmid untuk membawanya kejalur hukum, AH juga akan menyiapkan pengacara.

“Silahkan tempuh jalur hukum, saya akan menyewa pengacara,”kata Ahmid menirukan ucapan AH.

Merasa tertipu dan tidak terima dengan perlakuan AH, Ahmid dalam waktu dekat akan melaporkan dugaan tindakan penipuan yang dilakukan AH kepadanya,”Saya akan laporkan masalah ini kepolisian,”kata Ahmid.

Mitrapol.com belum mendapatkan klarifikasi dari AH Lantaran, ketika hendak ditemui di IGD RSUD Adjidarmo, AH sedang tidak jaga,”Sedang tidak jaga pak, dia malam masuknya,”kata salah seorang security.

Virgojanti, Plt. direktur RSUD Adjidarmo ketika dimintai keterangan soal adanya dugaan penipuan yang dilakukan oleh oknum karyawan honorernya, mengaku tidak tahu menahu persoalan tersebut. Jika pun ada, ia meminta kepada wartawan untuk tidak membawa lembaga RSUD kepada permasalahan.

“Saya tidak tahu menahu, itu kelakuan oknum. Saya harap wartawan tidak membawa bawa nama lembaga RSUD Adjidarmo,”katanya melalui pesan WhatsApp nya.

 

 

Reporter   : Ubay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *