Puluhan Provokator disekitar Gedung Bawaslu diamankan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Terkait demo yang terjadi di gedung Bawaslu puluhan orang terduga profokasi diamankan brimob, serta jajaran Anggota polres Jakarta Pusat.

Terduga puluhan Provokator berhasil diamankan pihak kepolisian polres Jakarta Pusat untuk diproses hukum Lebih lanjut.

Aksi demo yang menuai bentrok malam tadi mejadikan suasana sekitar Gedung bawaslu mencekam serta Siaga 1 meski Massa sudah di pukul mundur oleh pihak berwajib, suasana sekitar M Thamrin, Tanah Abang menjadi porak poranda banyak bekas pecahan beling serta sisa sisa pecahan batu akibat benturan itu Rabu (22/05)

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, menjelaskan pada awak Media Saat ini aparat kepolisian sudah mengamanankan lebih dari 20 orang yang diduga pelaku provokator dan melakukan tindak pidana lainnya. Ditahan di Polrestro Pusat untuk dimintai keterangan.

Dedi mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi. Menurut dia, berdasarkan proses identifikasi para provokator adalah warga dari luar Jakarta.

Oleh karenanya, masyarakat tidak boleh terprovokasi. Polri sudah mengidentifikasi bahwa pelaku provokator pertama itu warga dari luar Jakarta,” kata Dedi.

Pasca rusuhnya aksi massa semalam hingga dini hari tadi, beredar berbagai video pendek terkait peristiwa tersebut di Whatsapp Group, yang diduga direkam peserta demo. Salah satu video berisi rekaman pendemo membawa lima butir peluru dan menyebut peluru tersebut berasal dari senjata polisi yang menembaki seseorang bernama Ustaz Mancung dari Sawangan.

Satu lagi video pendek berisi seseorang dengan darah di bagian leher, terbaring. Perekam video tersebut menyebut pria yang terbaring merupakan korban penembakan Brimob. Menanggapi video-video tersebut, Dedi menyampaikan bahwa pihaknya telah mengingatkan tentang adanya potensi pihak ketiga yang memanfaatkan situasi untuk mencelakai.

“Yang perlu disampaikan bahwa aparat keamanan dalam pengamanan unjuk rasa tidak dibekali oleh peluru tajam dan senjata api. Kita sudah sampaikan jauh-jauh hari bahwa akan ada pihak ketiga yang akan memanfaatkan situasi unjuk rasa tersebut,” ucap Dedi.

 

Reporter   : Sukemi/hms

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *