Aliansi Relawan Jokowi mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa

oleh -15 views
SAMSUNG CSC

MITRAPOL.com, Jakarta – Pengumuman Hasil Pemilu 2019 telah diumumkan pada tanggal 21 Mei 2019 namun gejolak ujuk rasa yang menentang KPU dan Bawaslu terhadap tuduhan pemilu curang makin kian tidak dapat dibendung. Banyak masyarakat dan tokoh politik menyayangkan akan hal ini terjadi.

Disisi lain para pendukung 01 yang paslonnya memenangkan dengan 55.50% suara, banyak yang melakukan dan juga kegiatan sujud syukur dengan orasi orasi kebangsaan dan pesta kemenangan

Loading...

Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) yang di pimpin Aidil Fitri sebagai kordinator ARJ memilih untuk mengikuti instruksi Tim Kemenangan Nasional (TKN) 01 untuk tidak melakukan orasi kebangsaan pada acara “Orasi Kebangsaan,” yang rencananya akan digelar pada (22/5/2019) Rabu siang di Rumah Aspirasi, Jalan Proklamasi Jakarta Pusat.

ARJ ini merupakan gabungan dari 875 relawan yang mendukung Jokowi Amin. Aliansi ini memandang penting terhadap persatuan dan kesatuan bangsa tidak ingin menciptakan perpecahan bangsa dimana kegiatan yang seharusnya diisi dengan orasi kebangsaan oleh para tokoh politik dan para tokoh agama ini diisi dengan menggelar buka puasa bersama oleh para relawan yang tergabung didalamnya.

Kordinator relawan ARJ Aidil Fitri menjelaskan yang seharusnya kegiatan ini yang akan dihadiri sebanyak 15.000 relawan anggota relawan (ARJ) namun situasi dan kondisi saat ini yang sangat tidak kondusif maka sebagian di minta untuk di posko masing-masing untuk bersama-sama berdoa untuk bangsa dan negara.

Dalam hal ini penanggung jawab dari pada ARJ Haidar Alwi mengungkapkan bahwa orasi yang rencananya akan diisi oleh dua orang perwakilan dari paslon 01 dan juga paslon 02, Namun dengan melihat situasi serta kondisi yang tidak kondusif dan juga informasi dari intelejen yang akan terjadi perpecahan dan kerusuhan maka hal itu dibatalkan dan hanya mengadakan buka puasa bersama

“Padahal ini kan penting sekali, ketika 01 dan 02 berorasi yang akan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Haidir.

Menurut Haidar situasi dan kondisi sekarang ini sengaja di manfaatkan oleh sekelompok orang setelah dan sebelum pemilihan umum untuk membuat kisruh bangsa ini, dan mengenai siapa tokoh di dalamnya Haidar sangat yakin bukan dari kubu 01 atau pun kubu 02.

“Aksi kemarin dan hari ini menurut saya itu yang menciptakan bukan 02. Kalau 02 saya rasa sudah menyatu dan legowo karena mereka akan menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Jadi perusuh-perusuh itu adalah sekelompok orang dari luar yang sengaja ingin mengacaukan negeri kita Indonesia tercinta,” ujar Haidar menutup

 

 

Reporter : BS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *