Banjir Bandang landa Lebak, Amukan Sungai Cilaki hantam Sajira dan Muncang

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak – Banjir bandang menghantam dua wilayah di kecamatan Muncang dan Sajira Lebak Banten pada Rabu, (22/5/2019).

Musim hujan yang membuat debit air Sungai Cilaki meningkat tinggi, menimbulkan banjir bandang yang cukup deras disepanjang aliran sungai Cilaki, serta menghantam puluhan pemukiman di kecamatan Muncang dan Sajira termasuk berbagai areal lahan pertanian.

Menurut data sementara yang dirangkum Mitrapol.com dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kabupaten Lebak Banten, wilayah kecamatan Sajira merupakan bagian terkena dampak yang paling luas diantaranya melanda Kampung Ciberih, Kalawijo, Rangkasmaraya, Bunar, Cipunglu, Kundur, dan Cikoneng.

Sementara di Kecamatan Muncang korban banjir bandang terdapat di Kp. Co’o, Babakan Padik, Kp.Kumpay dan Handam.

Menurut keterangan Agus salim, seorang warga Desa Sukamarga-Sajira, menyebutkan bahwa hujan deras yang tidak kunjung reda membuat sungai Cilaki yang terbilang kecil namun terkenal ganas jika sewaktu-waktu tengah mengamuk (Banjir-Red)

“Hujan besar cukup lama dari kemarin, Jadinya benjir luarbiasa,” ujarnya.

Tidak sedikit warga yang terkena dampak akibat banjir bandang tersebut. Seperti di Desa Sukamarga -Sajira tepatnya di kampung Rangkas Maraya, dua rumah hanyut terbawa arus, 10 Unit mengalami rusak parah dan 9 Unit rusak ringan.

Sementara di Kampung Kalawijo, sebuah Ponpes Raudlatul Muhajirin kehilangan 28 kamar asrama santri (Kobong) yang hayut terbawa derasnya arus Cilaki.

Selain rumah, beberapa tempat usaha warga juga turut terbawa hanyut seperti tempat usaha Penggilingan Padi, Kandang ayam Broiler bahkan termasuk puluhan hektare Lahan pertanian, seperti Kebun dan Sawah.

Pantauan Mitrapol.com dilapangan, dibeberapa titik lokasi nampak warga tengah bergatong royong membantu para korban sebisa mungkin dengan alat seadanya.

Sementara pihak BPBD Lebak telah sigap dan sudah mulai bergerak mendatangkan bantuan berupa logistik dan juga bantuan lainnya.

Namun warga meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Lebak maupun Pemerinthan Provinsi Banten, untuk lebih memperhatikan nasib para korban, termasuk para aktifis, Relawan jariang Ormas, OKP dan LSM agar dapat berupaya membantu masyarakat yang tertimpa musibah tersebut.

 

 

Reporter : Ubay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *