BBPOM Kota Palembang lakukan pengawasan sarana distribusi dan pangan buka puasa

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Sumsel – Menunjukkan kinerja dan kapabilitas Badan POM dalam melindungi masyarakat dari produk pangan olahan yang membahayakan kesehatan dan merugikan ekonomi nasional, Badan POM melaksanakan kegiatan rutin yakni intensifikasi pangan bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1440 H.

Kegiatan ini meliputi pengawasan sarana distribusi dan retail pangan yang berlangsung dari 22 April hingga 7 Juni. Sedangkan pengawasan pangan buka puasa digelar sepanjang bulan Suci Ramadhan.

“Kegiatan pengawasan sarana distribusi pangan dilakukan diberbagai wilayah kota Palembang, dan Kabupaten/Kota (Kab. Musi Banyuasin, Kab. Ogan Ilir, Kab. Banyuasin, Kab. OKU, Kab. OKU Timur, Kab. OKU Selatan, Kab. Muara Enim, Kota Pagar Alam, Kab. Pali, dan Kota Prabumulih).

Dari 83 sarana yang diperiksa, ditemukan 18 sarana produk tidak memenuhi syarat, dengan jumlah 6.139 pcs diantaranya karena produk rusak, kadaluwarsa, tanpa izin edar, dan TMK label,” ungkap Kepala BBPOM Kota Palembang, Harda Ningsih, usai Buka Puasa Bersama Keluarga Balai Besar POM di Palembang dengan anak yatim dan penghafal Al Qur’an, di kantor BBPOM jalan Pangeran Ratu Jakabaring, Jumat (24/5).

Kepala BBPOM Kota Palembang, Harda Ningsih

Masih kata dia, pengawasan pangan buka puasa juga dilakukan di berbagai wilayah di Sumatera Selatan, dengan sampel buka puasa sebanyak 518 sampel dengan hasil uji memenuhi syarat sebanyak 459 sampel (88,61%).

“Adapun produk yang mengandung bahan berbahaya diantaranya mengandung formalin (rujak mi, tahu, cincau, model tahu, mi basah), rhodamin b (bolu kukus pink, kerupuk ubi pink, kuping gajah pink, delima pink, kue semprong pink, manisan leci pink, kue apem pink), dan boraks (bleng, gado-gado),” tambahnya.

Seluruh produk yang tidak memenuhi syarat, lanjutnya, diserahkan oleh pemiliknya kepada BBPOM kota Palembang untuk dilakukan pemusnahan.

“BBPOM berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pihak terkait untuk melakukan pengawasan dan penanganan peredaran pangan yang mengandung bahan berbahaya. Dan untuk masyarakat, diharapkan lebih berhati-hati dalam memilih produk pangan yang akan dikonsumsi. Periksa sebelum memilih produk pangan,” pungkasnya.

 

 

Reporter : Adri

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *