Jasa layanan keuangan, waspadai rentenir berkedok Koperasi

oleh -12 views

MITRAPOL.com, Jakarta – Menghadapi Hari Raya Idul Fitri, kebutuhan keuangan masyarakat untuk memenuhi beragam keperluan meningkat tajam hingga membuat masyarakat mencari pinjaman ke berbagai lembaga keuangan termasuk koperasi.

Kementerian Koperasi dan UKM melalui Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM, Suparno mengimbau masyarakat agar waspada dalam memanfaatkan jasa layanan keuangan.

Loading...

Menurutnya, jangan asal butuh karena menjelang Lebaran sampai mengabaikan prinsip kehati-hatian. Masyarakat harus teliti terhadap koperasi yang menawarkan pinjaman dengan berbagai kemudahan padahal berujung pada jebakan praktik rentenir.

“Masyarakat harus melihat aspek legalitas dari lembaga keuangan tersebut selain juga harus memperhatikan aspek logis dari produk pinjaman yang ditawarkan,” kata Suparno, baru-baru ini.

Ia mengingatkan perlu diwaspadai maraknya koperasi yang menjalankan bisnisnya layaknya rentenir dengan memberikan bunga yang tinggi.

Walaupun mengatasnamakan sebagai koperasi, tetapi kegiatan para pengelola itu nyatanya jauh dari penerapan aturan yang sebenarnya.

“Praktek seperti ini marak jelang Lebaran mengingat kebutuhan masyarakat yang tinggi, terutama di pelosok daerah di mana masyarakat tidak banyak mendapat informasi yang tepat terhadap akses keuangan,” paparnya menambahkan.

Masih dari penuturannya, ciri rentenir berkedok koperasi di antaranya dengan memberlakukan potongan administrasi yang merugikan dan suku bunga rendah yang palsu.

Biasanya koperasi tersebut menawarkan kemudahan persyaratan. Seperti, hanya butuh KTP saja dan melayani masyarakat umum yang bukan anggota koperasi tersebut.

Dengan demikian, pihaknya meminta masyarakat teliti membaca dan memahami mekanisme pinjaman yang ditawarkan.

Jangan sampai belum mendapat manfaatnya justru sudah ditagih kembali. Memgingat yang paling sering terjadi yaitu kesulitan membayar pada rentenir yang pertama, lalu masuk jebakan rentenir yang lain.

“Bukannya mengatasi kesulitaan keuangan, justru masyarakat terjebak pada lingkaran rentenir,” katanya lagi.

Lebih jauh, Suparno menegaskan, koperasi yang benar adalah yang kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi. Sekaligus gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas kekeluargaan.

Masyarakat berhak mengetahui penentuan bunga pinjaman yang diputuskan dalam RAT sesuai dengan bisnis yang dijalankan koperasi itu untuk mencapai bunga yang rasional, menguntungkan kedua belah pihak dan tidak saling membebani dalam meraih manfaat untuk kesejahteraan bersama sebagaimana tujuan koperasi itu didirikan.

Maka masyarakat diperingatkan agar tidak mudah tergiur dengan penawaran bunga pinjaman, harus memperhatikan berapa bunga yang diterapkan oleh koperasi sehingga tidak kesulitan saat pengembalian.

 

 

Red/Pmj

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *