Forkab nilai steatment “Referendum” Mualem adalah bentuk kepanikan

oleh -163 views
Ketua Umum DPP Forum Komunikasi Anak Bangsa (Forkab) Aceh, Polem Muda Ahmad Yani

MITRAPOL.com, Aceh – Ketua Umum DPP Forum Komunikasi Anak Bangsa (Forkab) Aceh, Polem Muda Ahmad Yani menyampaikan, bahwa steatment referendum yang diutarakan Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem, didepan Plt. Gubernur Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, dan Kajati Aceh adalah bentuk sikap arogansi sekaligus kepanikan Mualem akibat kekalahan demi kekalahan dari target ambisius politik yang tidak bisa dicapai.

Hal lainnya juga menunjukan jika pengaruh Mualem kian merosot sehingga menurut Polem diperlukan isu sensasional untuk mengembalikan kepercayaan publik dan memulihkan citra partainya yang kian ditinggalkan masyarakat.

Loading...

Kendati demikian, Polem menambahkan jika isu atau wacana “referendum” merupakan opini biasa saja di era demokrasi, mengingat semua orang diperbolehkan berpendapat selama pendapatnya bisa dipertanggungjawabkan.

Hanya saja, Polem merasakan steatment referendum yang diucapkan Mualem tidak didasarkan pada niat dan ketulusan hati untuk memperbaiki kondisi Aceh, melainkan ditunggangi oleh motif politik sesaat dengan menyerang pemerintahan Jokowi-JK dengan isu disintegrasi bangsa dan berada diambang kehancuran dan acaman dari Negara lain.

Dalam konteks inilah Polem menyebutkan, penyataan Mualem sarat provokatif dan penyebaran Hoax di tengah masyarakat.

Melaui fakta yang dikemukakan, maka DPP Forkab Aceh menyarankan agar perlu kejelian dalam membaca konteks dari setiap penyataan politik Mualem sehingga masyarakat tidak terbuai lagi dan larut dengan politik pencitraan atau symbolic yang berulang seperti pada kasus perjuangan Mualem pada persoalan pengibaran bendera bulan bintang yang malah akhirnya blunder dan menciptakan ketegangan hubungan pemerintahan Aceh dengan Jakarta.

Oleh karenanya, DPP Forkab Aceh menilai steatmen Mualem tidak lebih dari bentuk kepanikan level tinggi yang diakibatkan strategi politiknya kian gagal dan menurunkan pamor politiknya ditengah masyarakat. Konteks ini tidak lepas diawali pada persoalan saat kekalahan Mualem bertarung di Pilgub 2017 tahun lalu antara Muzakir-TA Khalid vs Irwandi-Nova, kemudian merosotnya perolehan kursi pileg 2019 ini, serta ditambah oleh kekalahan Prabowo atas Jokowi di Pilpres 2019 sebagaima Mualem terlibat aktif dalam pemenangan Prabowo-Sandi.

Polem menambahkan juga, wacana yang mengemukakan seputar isu referendum merupakan ide brilian yang patut menjadi diskursus public serta analisis mendalam untuk nantinya dijadikan bahan diskusi ilmiah agar semakin mendewasakan masyarakat dalam menghormati setiap perbedaan pendapat.

DPP Forkab Aceh menegaskan jikapun wacana ini dijadikan bahan diskusi serius dan diperjuangkan secara konstistusional dalam koridor Negara hukum tentu forkab akan mendukung selama tidak menciptakan konflik baru dan pertumpahan darah sesama anak bangsa.

Malah Polem menyarankan agar segenap elemen mendukung berkembangnya wacana referendum yang kian mengemukan dan kita anggap sah-sah saja diperjuangkan selama tidak merusak perdamaian dan menimbulkan suasana tidak kondusif kedepannnya. Demikian disampaikan Polem.

 

 

Reporter  : Bukhari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *