Gara-gara ADD Kantor Desa Waekob dipalang

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Maluku Utara – Pejabat Sementara (Pjs) Desa Waekob, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara (Malut), Djadiba Tuhuteru diduga tidak transparan dalam mengelola keuangan Desa.

Hal itu membuat puluhan masyarakat Desa Waekob kecewa, hingga akhirnya memalang pintu Kantor Desa tersebut.

Aksi pemalangan itu dilakukan pada Selasa (27/5/2019) kemarin pukul 10.00 wit. Diketahui masa aksi terhitung sebanyak Tiga Puluh orang.

Aksi pemalangan Kantor Desa Waekob menggunakan balok berukuran 5×5, terpampang didepan pintu masuk. Dan saat pemalangan, PJS tak berada di tempat.

Diketahui aksi tersebut dikordinir oleh Abner alias Ner, yang merupakan salah seorang warga berpengaruh di Desa Waekob.

“Ini adalah bentuk kekesalan warga terhadap Kades (Djadiba-red) yang dianggap tidak transparan dalam mengelola ADD dan DD,” kata salah satu warga Desa Waekob yang enggan disebutkan namanya.

Lanjut narasumber itu, menyangkut ADD dan DD tersebut PJS sementara tidak mau menerima saran dan usulan masyarakat agar dapat digunakan untuk kepentingan desa.

“Tetapi ibu Djadiba Tuheteru sebagai Pjs. Kades mengambil keputusan sendiri menyangkut angran ADD dan DD, tanpa menerima usulan dari masyarakat,” katanya.

Sementara beberapa masyarakat juga menjelaskan bahwa, Dana Desa yang seharusnya di pegang oleh Bendahara, malah diambil alih oleh Pjs sendiri.

Bhabinkamtibmas Desa Waekob, Brigpol Warta Amir melalui Kasubag Humas Polres Halteng, Iptu Sudarlin Lanone mengatakan, hingga Selasa (28/5/2019) pukul 17.00 WIT, Kantor Desa masih dalam kondisi terpalang.

“Saat di lakukan pemalangan Kades tidak berada ditempat. Menurut informasi Kades berada di Kota Weda. Dan aksi yang dilakukan hanya sebatas pemalangan pintu depan kantor Desa, tanpa melakukan aksi anarkis lain,” jelas Kasubag Humas.

 

 

Sahwan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *