Bea Cukai : Dari Sedotan hingga Vagina jadi sarana penyelundupan narkoba

by -131 views

MITRAPOL.com, Jakarta – Bulan Ramadhan yang marupakan momen yang sangat penting bagi umat muslim khsusnya di Indonesia ternyata tidak cukup sakral untuk menghentikan berbagai modus penyelundupan narkoba ke Indonesia.

Arif, Plh. kepala KPU BC tipe C Soekarno-Hatta, dalam pernyataannya menjelaskan kronologi kasus dan konsistensi penindakan yang dilakukan oleh pihaknya ini dilakukan seiring dengan modus yang berkembang dikalangan para penyelundup.

Para penyelundup narkoba terus mengembangkan dan memodifikasi modus yang digunakan untuk mengelabui petugas. Hal inilah yang membuat Bea Cukai tipe C Soekarno Hatta dengan Polri memastikan sikapnya untuk terus konsisten memperketat pengawasan dan penindakan atas upaya penyelundupan narkotika, khususnya melalui bandar udara yang selalu meningkat setiap tahun.

“Makin kemari modus yang dilakukan para penyelundup narkotika terus berkembang. Bea Cukai terus berkoordinasi dengan Polri untuk selalu bersiaga dalam upaya memberantas masuk dan beredarnya barang haram tersebut,” ujar arif dihadapan para awak media, Rabu (29/5).

Menururt Arif, dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, petugas BC di Bandara Soekarno Hatta telah berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika berupa Methamphetamine dan Ketamine dengan total berat 6.416 gram dengan tersangka sebanyak 6 orang. Dari modus penyelundupan barang bawaan dan penyembunyian di badan dan modus lainnya.

Baginya, lanjut Arif, pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan baik secara kuantitas maupun kualitas. Salah satunya dengan cara menambah sinergi dengan Polri dan instansi penegak hukum lainnya. Upaya tersebut mereka lakukan agar tingkat pengawasan semakin efektif.

“Untuk meningkatkan kualitas pengawasan, Bea dan Cukai juga berkoordinasi dengan Polri serta penegak hukum lainnya agar pengawasan yang dilakukan dapat semakin efektif,” jelasnya.

Kronologis penggagalan penggagalan Penyelundupan narkotika melalui Terminal Kedatangan Internasional 3 Bandara Soekarno Hatta

Kasus pertama terjadi pada hari Sabtu (20/4), berdasarkan informasi yang diperoleh dari Subdit Narkotika, dilakukan pemeriksaan atas penumpang pesawat Ethiopian Airlines dengan rute Nigeria-Ethiopia, Ethiopia-Jakarta, berinisial C00 (27), pria berkewarganegaraan Nigeria. Dari hasil pemeriksaan tas tangan/jinjing dari penumpang tersebut, petugas mendapati 5 kotak tepung kemasan yang disimpan dengan dicampur olahan kepala ikan kering dan bahan-bahan makanan Iainnya.

Setelah dilakukan pembongkaran ditemukan, satu kemasan tepung makanan merk “GRANDMA” Unripe Plantain Flour kedapatan sesuai berisi tepung serta empat kemasan tepung makanan merk “INFINITY” Corn Flour kedapatan didalamnya masing-masing berisi serbuk kristal bening yg dibungkus plastik dan dilapisi dengan allumunium foil dengan total berat bruto 1.994 gram.

Kemudian dilakukan pengujian terhadap serbuk kristal bening tersebut dengan alat uji narkotika dan hasilnya positif Methamphetamine. Koordinasi control delivery (CD) dilakukan dengan pihak Polresta Bandara bersama dengan Subdit Narkotika, Direktorat Penindakan dan Penyidikan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan sampai saat ini masih dilakukan pengembangan.

Kasus kedua terjadi pada bulan berikutnya, tepatnya Jumat (03/5), berdasarkan kecurigaan image Xray petugas bea cukai terhadap bagasi penumpang ex pesawat Xiamen Air dengan nomor penerbangan MF 821 rute Fuzhou(China)-Jakarta(CGK), yang mendarat pada pukul 22.53 WIB di hari yang sama.

Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan mendalam terhadap barang bawaan penumpang inisial YC (31 th), pria berkewarganegaraan Tionghoa. Hasil pemeriksaan dari bagasi penumpang tersebut, didapati tujuh kemasan kotak yang diduga suplemen dengan tulisan mandarin yang setelah dibuka berisi botol plastik yang masing-masing didalamnya ditemukan serbuk kristal berwarna putih, dengan berat total keseluruhan berjumlah 787 gram.

Selain itu, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap tas tangan dari penumpang tersebut dan menemukan selembar uang pecahan Rp50.000,00 yang didaIamnya diberisi serbuk kristal berwarna putih serta sedotan. Selanjutnya dilakukan pengujian terhadap seluruh serbuk-serbuk kristal putih tersebut dan hasilnya positif Ketamine.

Menurut pengakuan tersangka kepada petugas, barang tersebut digunakan untuk konsumsi pribadi. Barang bukti dan Tersangka diserahterimakan kepada pihak Bareskrim Polri dan sampai saat ini masih dilakukan penyelidikan.

Tidak lama berselang, kasus ketiga terjadi, Sabtu (11/5), berdasarkan hasil profiling petugas terhadap penumpang pesawat Ethiopian Aidines dengan nomor penerbangan ET 910 rute Abuja(Nigeria)-Adis Ababa(Ethiopia) dan ET 628 rute Adis Ababa(Ethiopia)-Jakarta yang mendarat pukul 16.53 WIB, dilakukan pemeriksaan mendalam terhadap barang bawaan dan badan penumpang inisial EUO (47 th), wanita berkewarganegaraan Nigeria.

Hasil pemeriksaan bagasi dari penumpang tersebut kedapatan negatif. Petugas melanjutkan dengan pemeriksaan badan dan didapati satu bungkus kain berwarna kuning yang disembunyikan di selangkangan penumpang. Setelah dibuka kain tersebut berisi 17 butir kapsul plastik berupa serbuk-serbuk kristal bening dengan berat 519 gram yang hasilnya positif Methamphetamine. Control Delivery dilakukan dengan pihak Bareskrim Polri dan hingga saat ini masih dilakukan pengembangan.

Berikutnya, kasus keempat di hari Kamis (16/5). berdasarkan kecurigaan image xray petugas bea cukai terhadap bagasi penumpang pesawat Singapore Airlines dengan nomor penerbangan 80 479 rute Johannesberg-Singapore dan SQ 952 rute Singapore (SlN) – Jakarta (CGK) yang mendarat pukul 08.25 WIB.

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan mendalam terhadap barang bawaan penumpang berinisial SEH(35), pria berkewarganegaraan Afrika Selatan dan didapati enam benda berbentuk rumah burung. Pada masing-masing sarang/rumah burung tersebut, terdapat serbuk dan bongkahan putih halus yang dibungkus dengan kertas karbon, plastik, dan aluminium foil serta ditutup dengan serpihan jerami.

Berdasarkan hasil pengujian terhadap ke enam paket tersebut seluruhnya positif Ketamine dengan total berat 1.188 gram. Menurut pengakuan tersangka, barang tersangka akan diserahkan kepada sesorang dengan nama panggilan buddy di Hotel Mercure, Ancol. Tim bea cukai langsung berkordinasi dengan Polresta Bandara Soekarno Hatta untuk melakukan control delivery dan sampai saat ini tim masih melakukan pengembangan.

Keesokan harinya, kasus kelima pada hari Jumat (17/5/2019), sesuai hasil proming terhadap penumpang pesawat Emirates Airline nomor penerbangan EK 782 Lagos (Nigeria) – Dubai (UEA) dan EK 356 Jakarta oleh petugas bea cukai, dicurigai seorang penumpang dengan inisial EK (41 th), pria berkewarganegaraan Pantai Gading. Petugas mengarahkan penumpang melewati jalur merah untuk dilakukan pemeriksaan.

Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan terhadap barang dan badan penumpang yang disertai wawancara singkat. Penumpang tersebut mengaku akan melakukan bisnis di indonesia. Selanjutnya, petugas memutuskan membawa penumpang ke Rumah Sakit Pondok lndah Kapax mink rortgenHasil rontgen menunjukkan bahwa terdapat benda asing di dalam perut pempang yang dicurigai merupakan narkotika.

Dari hasil pemeriksaan mendalam, penumpang mengakui teah menelan (swallowed) 43 kapsul yang isinya tidak diketahuinya. Dari hasil temuan tersebut petugas Bea Cukai Soekarno Hatta melakukan koordinasi dengan pihak Bareskrim Polri untuk diakukan control delivery. Tim membawa Tersangka menuju Fame Hotel, Gading Serpong sesuai arahan dari pengendali.

Menurut keterangan tersangka, dia diminta untuk check in hotel selama dua hari dan menunggu seseorang untuk datang mengambil barang tersebut. Tersangka secara bertahap mengeluarkan semua kapsul-kapsul tersebut dari perutnya. Total yang berhasil dikeluarkan berjumlah 43 kapsul dengan berat bruto 711 gram berisi Methamphetamine.

Kasus teranyar yaitu kasus keenam terjadi pada Jum’at lalu (24/5/2019), hasil atensi dari petugas intelijen bea cukai terhadap penumpang pesawat Emirates Air dengan nomor penerbangan EK 795 rute Dakar(Senegal)-Dubai(UEA) dan EK 356 Dubai(UEA)-Jakarta yang mendarat pukul 15.35 WIB, dilakukan pemeriksaan terhadap penumpang berinisial MSM (35 th), wanita berkewarganegaraan Gambia.

Hasil pemeriksaan barang bawaan penumpang tersebut negatif. Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan badan oleh petugas dan kedapatan satu buah kapsul plastik berukuran cukup besar berisi butiran-butiran kristal bening yang disembunyikan di dalam vagina (inserted). Petugas melakukan pengujian dengan alat uji narkotika dan hasilnya positif Methamphetamine.

Dari pengakuan tersangka diketahui bahwa ia juga membawa kapsuI-kapsul berisi Methamphetamine yang disembunyikan di dalam perut dengan cara ditelan (swallowed). Kapsul-kapsul tersebut ia bawa dari Gambia menuju Senegal dengan menggunakan jalur darat (mobil) dan selanjutnya dari Senegal terbang ke Indonesia. Atas arahan dari pengendali di Gambia, sesampainya di Indonesia, tersangka diminta untuk menuju Hotel Bintang Griya, Jakarta Pusat.

Koordinasi control delivery dilakukan bea cukai dengan pihak Polresta Bandara Soekarno-Hatta. Tersangka secara bertahap mengeluarkan semua kapsul-kapsul dari dalam perutnya dengan jumlah total yang berhasil dikeluarkan saat berada di dalam kamar hotel sebanyak 61 butir kapsul dengan total berat 1.217 gram. Hingga saat ini, tim masih melakukan pengembangan atas kasus tersebut.

 

 

Reporter : Sagala/Jordan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *