Perdagangan lintas batas menopang perekonomian warga diperbatasan.

  • Whatsapp
Gubernur Kalimantan Utara Dr. Ir. H. Irianto Lambrie, MM

MITRAPOL.com, Nunukan Kaltara – Kebutuhan barang asal negeri Jiran Malaysia sulit dihilangkan dari masyarakat Nunukan. Karena, hampir puluhan tahun atau sejak pulau Nunukan dan Sebatik dihuni manusia sudah menggunakan barang Tawau.

Berikut wawancara khusus wartawan Mitrapol Yusuf Palimbongan dengan Gubernur Kalimantab Utara Drs H. Irianto Lambrie terkait perdagangan lintas batas dari Tawau Malaysia ke Pulau Sebatik, Nunukan Kalatara. Rabu (30/5/2019).

Mitrapol    : Bagaimana menyikapi perdagangan lintas batas Tawau – Sebatik Nunukan ?

Gubernur Kaltara  : Pedagangan lintas batas diperbatasan sudah berlansung cukup lama bahkan sebelum kita merdeka.

Sekarang ini terjadi peningkatan volume barang seiring dengan berkembang dan bertambahnya jumlah penduduk di Nunukan, apalagi sekarang Kalimantan Utara sudah menjadi sebuah Provinsi, otomatis arus barang dari Tawau ke Nunukan melalui Pulau Sebatik semakin meningkat.

 

Mitrapol    : Benarkah perjanjian antara kedua negara bertetangga Nunukan dan Tawau setiap tahun selalu dibahas melalui pertemuan Sosek Malindo ?

Gubernur Kaltara  : Memang benar Sosek Ekonomi antara Malaysia dengan Indonesia setiap tahun selalu dibahas, intinya pembahasan tentang pengawasan masuknya sembilan bahan pokok (Sembako) dari Tawau Ke nunukan melalui Pintu Sebatik.

Mitrapol    : Akhir Tahun 2018 ada sejumlah Kapal yang memuat sembako dari Tawau ke Nunkan melalui Pintu Sebatik yang ditangkap ?

Gubernur Kaltara  : Dia ditangkap oleh pihak Kepolisian dan Pamtas Yonif Rayder 613 begitu juga pihak Bea Cukai karena diduga membawa barang terlarang yang akhirnya diamankan lalu di Proses.

 

Mitrapol    : Apa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten dan Provinsi terkait perdagangan lintas batas ini, apakah akan dibiarkan terus ?

Gubernur Kaltara  : Perdagangan lintas batas diperbatasan itu paling sembako, makanan dan minuman dan itu memberikan keuntungan kepada masyarakat dari kedua Negara bertetangga.

 

Mitrapol    : Apa yang dilakukan pemerintah agar perdagangan antar kedua negara bisa legal ?

Gubernur : Sebelum Pemerintahan provinsi Kaltara terbentuk, Pemerintah provinsi Kalimantan Timur beberapa kali sudah mengusulkan ke Kementerian perdagangan agar tata niaganya diatur ulang. Kementerian perdagangan agar mereview atau memperbaharui aturan perdagangan lintas batas antar kedua negara yang telah ditandatangani sejak 1974.

Salah satu poin yang ditetapkan dalam ketentuan itu adalah menetapkan penduduk yang ada diperbatasan Indonesia apabila berbelanja ke negara tetangga diperbolehkan maksimal RM 600.00, itu dulu, sekarang ini kita mengalami kemajuan dan perubahan yang amat besar jadi peraturan itu harus diperbaharui.

 

Mitrapol    : Sejak kapan penyelundupan perdagangan lintas batas ada ?

Gubernur : Perdagangan penyelundupan itu sudah cukup lama, bertahun-tahun namun yang harus diwaspadai adanya barang barang berbahaya seperti bahan peledak, penyeludupan Senjata, Minuman Keras, dan Narkoba, tetapi kalau menyangkut sembilan bahan pokok itu tidak masalah karena itu dibutuhkan Masyarakat setempat.

Pertama, dengan adanya penyeludupan sembako dari Tawau ke Nunukan melalui pulau Sebatik otomatis masyarakat yang diuntungkan.

Kedua, Kebutuhan pokok masyarakat Nunukan dapat terpenuhi dengan harga lebih murah dan terjangkau serta mudah didapatkan.

 

Mitrapol    : Terkadang pedagang lintas batas sering ditangkap oleh aparat, baik dari TNI maupun pihak Kepolisian.

Gubernur Kaltara  : Mereka ditangkap karena melakukan pelanggaran, bisa saja surat perjalanan kapalnya tidak lengkap, bisa juga manifes barang yang dibeli tidak ada, tugas aparat itu kan mengawasi dan mengontrol.

Sebagai contoh, anda menggunakan Motor tapi anda tidak membawa SIM secara kebetulan ada razia lalu lintas, karena anda tidak membawah SIM ya anda ditilang.

Di Kaltara ini ada beberapa daerah yang merupak titik rawan penyelundupan seperti di Serawak dan Krayan Long Nawang ke Malinau Tawau Sebatik. Penyeludupan itu ada dimana-mana terutama di daerah perbatasan.

 

Mitrapol    : Bagaimana hubungan pemerintahan Kaltara dengan Pemerintah Sabah Malaysia,?

Gubernur Kaltara  : Hubungan kedua Negara baik dan bahkan bulan lalu saya bersama Kapolda, dan Bupati Nunukan bertemu langsung dengan Ketua Menteri Sabah

Kita sudah mengusulkan namun pemerintah daerah tidak punya kewenangan itu kewenangan Pusat.

Malaysia sendiri cenderung tidak mau untuk memperbaharui perjanjian perdagangan Lintas batas

 

Mitrapol    : Sembako seludupan dari Tawau dibawa ke Nunukan melalui Sebatik dan barang tersebut dibawa keluar Nunukan seperti ke Tarakan Bulungan bahkan sembako itu dibawa sampai ke Samarinda ?

Gubernur Kaltara  : Jangan melihat dari segi fisiknya tapi mari kita melihat kepentingan yang lebih besar, sejak dahulu barang-barang dari Malayasia dipasarkan di Samarinda dan Balikpapan.

 

Mitrapol    : Apakah ada regulasi dalam menangani perdagangan lintas batas,?

Gubernur Kaltara  : Tidak ada regulasinya, karena memang barang itu Illegal dan dengan adanya penyeludupan ini Malaysia yang harus keberatan, aparat kita tidak memahami kondisi perbatasan, barang dari Malayaia tidak mungkin masuk kesini kalau barang dalam negeri mencukupi.

 

Mitrapol    : Saat Gubernur bersama Kapolda dan Bupati Nunukan bertemu dengan Ketua Menteri Sabah adanya wacana untuk mengimpor daging dari malayaia.?

Gubernur Kaltara  : Kenapa Daging dari Malaysia dipersoalkan orang mMalaysianya tidak keberatan dan tidak pusing yang penting tidak merugikan pedagang dan kita memang masih kekurangan Daging.

Aparat dan petugas kita jangan mempersoalkan yang selama ini sudah berjalan dengan baik, seperti sembako dari Tawau tidak usah kita persoalkan, mari kita berlogika yang sehat, dan masalah Daging dari Malaysia masuk ke Nunukan karena memang kita kekurangan Daging untuk memenuhi kebutuhan warga setempat, Jangan permasalahkan sesuatu yang selama ini tidak masalah, kecuali masalah Narkoba, itu harus kita berantas.

 

 

Yusuf. P

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *