Barang dari Malaysia masuk melalui Sebatik bebas tanpa pengawasan

oleh -231 views
H. Malla Pedagang lintas batas sekaligus pemilik kapal pengangkut barang dari Tawau ke Sebatik melalui Dermaga Lalesalo

MITRAPOL.com, Nunukan Kaltara – Perdagangan lintas batas antar pulau merupakan sesuatu yang penting dalam aktifitas perekonomi sebuah negara, sebab perdagangan tersebut tak jarang banyak berlangsung antar pulau di negara lain.

Di masa lalu perdagangan lintas batas merupakan perdagangan bebas bagi pemenuhan kebutuhan masyarakatnya. Seiring dengan peningkatan jumlah penduduk meningkat pula kegiatan perdagangan dan negara mulai membuat batas antar negara untuk menjaga keamanan dan kedaulatan.

Loading...

Perdagangan yang secara geografis lebih mudah ke arah negara tetangga dari pada ke pusat pemerintahan yang berjarak lebih jauh, mulai terkena peraturan perbatasan negara.

Berikut wawancara wartawan mitrapol Yusuf Palimbongan dengan seorang pedagang lintas batas H. Malla

 

H. Malla pemilik kapal sekaligus pedagang lintas batas saat diwawancarai wartawan Mitrapol

Mitrapol  : Selaku pedagang antar Sungai Nyamuk dan Tawau, bagaimana kondisi ekonomi Sebatik sekarang ini ?
H. Malla  : Kalau di Sebatik akhir-akhir ini perdagangan masih berjalan cukup baik.

Mitrapol  : Saat ini apakah ada bentuk penarikan bea cukai kalau membawah barang sembilan bahan pokok ?
H. Malla  : Kami bebas membawa barang tidak ada penarikan Bea Cukai

Mitrapol  : Barang-barang yang dibawa dari Tawau ke Nunukan apakah ada tarikan dari Bea Cukai.?
H. Malla  : Bea Cukai tidak menarik cukainya. Kami bebas saja tanpa pengawasan

Mitrapol  : Jadi barang-barang yang dibawa ke Nunukan itu bebas tidak ada pemeriksaan ?
H. Malla  : Barang yang kita bawa itu cuma untuk kebutuhan manyarakat disini saja, hanya untuk untuk masyarakat jadi apabila bea cukai melarang kami tidak akan membawanya.

Mitrapol  : Barang apa saja yang dilarang oleh Bea Cukai ?
H. Malla  : yang dilarang itu termasuk minuman minuman keras, karpet jadi jika kita tidak akan angkut keperahu, tatapi untuk gula dan minyak diperbolehkan.

Mitrapol  : Ada kah pembatasan dari bea cukai untuk barang yang masuk ?
H. Malla  : Ada, pembatasan, untuk pembatasannya itu tidak diketahui karena ada keluar dari tagihan itu.

Mitrapol  : Sejak kapan ada pelarangan membawa Karpet dan lainnya.?
H. Malla  : Sejak sebulan yang lalu telah diberitahukan kalau menifest itu jangan dimasukan Karpet.

Mitrapol  : Apakah pak Haji setiap membeli barang ada manisfesnya atau bukti Pembeliannya.?
H. Malla  : Kalau kita membeli barang disitu pasti ada manisfesnya.

Mitrapol  : Maksimalnya berapa menifestnya perkapal.?
H. Malla  : Kalau itu hanya satu perahu perorang tapi banyak orang yang ikut banyak juga pesanan barang barang.

Mitrapol  : Kenapa dalam beberapa Minggu ini bongkar muat barang semakin bebas tanpa ada Pengawasan baik dari Bea Cukai maupun Kepolisian atau dari Intansi Lain.?.
H. Malla  : Kalau dari Bea Cukai memang jarang, sejak penangkapan oleh Polda 3 bulan yang lalu, bea cukai jarang datang ?

Mitrapol  : Kapan Bea Cukai melakukan pengawasan.?
H. Malla  : Bea Cukai melakukan pengawasan hanya meninjau perahu mana saja yang keluar maupun masuk itu saja kerjanya, barang yang dibongkar tidak diperiksa oleh Bea Cukai tapi dibiarkan saja.

Mitrapol  : jadi pada saat bongkar barang siapa saja intansi yang mengawasi.?
H. Malla  : Aturannya Bea Cukai, biasanya ada tapi kadang kadang tidak ada karena mereka tidak tau kapan perahu masuk maupun keluar, terkadang juga air mati/surut makanya kadang bongkar tengah malam.

Mitrapol  : Yang dipungut oleh Bea Cukai apa saja, berbentuk kapal atau barang.?
H. Malla  : Iya satu saja hanya Kapal itu Rp 500.000, barang bawaan tidak dipungut cukainya, terus bayarnya itu lewat ATM Bank BNI kadang juga melalui kantor Pos kita hanya dikasi billing dari Bea Cukai baru bayar lewat ATM BNI.

Mitrapol  : atas nama pak Haji yang atau mengunakan nama orang lain.?
H. Malla  : atas nama saya sendiri.

Mitrapol  : Jadi sedikit atau banyak barang yang dibawa tetap membayar Rp.500.000 (lima Ratus Ribu Rupiah) .?
H.Malla : Betul, sedikit atau banyak membayar 500 ribu setiap kali berangkat.

Mitrapol  : Sebelum atau sesudah berangkat.?
H. Malla  : Kalau ada pagi-pagi dibayar pagi tapi biasanya saya kalau hari ini pergi besok baru dibayar.

Mitrapol  : Berapa perkiraan kapal yang ada di Sei nyamuk ini yang pulang pergi Tawau ?.
H. Malla  : kalau untuk disini kalau tidak salah itu ada 7 perahu yang bolak balik membawah barang dari Tawau Sabah Malaysia ke Sei Lalesalo

Mitrapol  : Total yang distor ke Rekening Bea Cukai setiap hari oleh pemilik Kapal sekitar 3,5 juta perhari.?
H. Malla  : Pokoknya setiap kita berangkat kalau tidak berangkat ya nda distor

 

Yusuf Palimbongan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *