Pengusaha Bis tekan supir dengan setoran tinggi, Sopir tekan penumpang dengan tarif tinggi, penumpang menjerit

oleh -108 views

MITRAPOL.com, Cilegon Banten – Jelang Lebaran pemudik mulai memadati terminal-terminal Bis yang akan mereka gunakan untuk mudik ke kampung halamannya. Banyaknya penumpang yang mudik mengakibatkan melonjaknya jumlah penumpang disetiap terminal Bis.

Banyaknya penumpang yang akan mudik menjadi berkah tersendiri bagi pengusaha Bis Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), berkah bagi pengusaha ternyata tidak otomatis menjadi berkah bagi awak Bis itu sendiri. Apa lagi bagi para penumpangnya.

Loading...

Para penumpang Bis menjerit dengan ongkos yang diminta oleh awak Bis, tarif yang diminta naik diluar batas kewajaran dari harga biasanya dan dari ketentuan yang telah ditetapkan Dinas terkait, sampai 200% naiknya.

Sebagai contoh, tarif bis dari Merak – Cirebon dan sebaliknya yang biasanya 70 ribu oleh awak Bis yang ada dalam pengelolaan PO Bhineka naik menjadi 200 ribu.

Hal ini terungkap dari keluhan salah satu penumpang Bis yangn namanya tidak mau disebutkan, dia mengaku shok atas kenaikan harga ongkos Bis yang menurutnya naik mencapai 200 persen.

“Gila! sumpah saya kaget pak, harga biasa 70.000, ini harus bayar 200.000 dan tidak bisa ditawar,” ungkapnya.

“Saya sudah mencoba menawar ke kernet Bis Jaliteng yang dibawah naungan PO. Bhineka, tetapi kernetnya tidak bisa mengurangi sepeserpun dan tetap harus bayar 200.000 perorang,” tambahnya.

“Memang ini mau Lebaran dan ada kenaikan ongkos yang telah ditetapkan besarannya, dan banyak penumpang yang mau mudik ke daerah Cirebon, tapi tidak dengan cara menaikkan harga tiket Bis semena-menanya dong, perbedaanya 130.000 loh, lari kemana tuh, Solar juga kan tidak mengalami kenaikan,” papar penumpang lainnya dengan nada kesal. Minggu (02/06/2019).

Mitrapol, mencoba menggali informasi kepada salah satu supir Bis terkait kenaikan harga tiket Penumpang jalur Merak-Cirebon ini.

“Iya betul pak harga tiket memang naik, tapi kami terpaksa harus menaikkannya seperti itu, mau bagaimana lagi, kami ditekan dengan setoran kekantor, yang tadinya biasanya satu rit bolak-balik hanya 1.750.000,- sekarang kami harus setoran mencapai 7 jt an/rit bolak-balik, jelas salah seorang awak Bis.

 

Kami juga sebenarnya tidak menginginkan kenaikan seperti ini pak, tapi kami harus bagaimana, kalau kami tidak naikan, kami enggak dapat uang, giliran kami naik harus setoran yang naiknya begitu dahsyat pak, kami juga punya keluarga, jadi kami terpaksa harus menaikkan harga tiket penumpang pak, walaupun itu sebenarnya sudah melawan aturan, untuk lebih lanjut bapak hubungi langsung bagian kasir dari PO.Bhineka aja pak sambil mengirimkan No kontak kasir Bis PO Bhineka Uun.

Media Mitrapol.com menghubungi Uun selaku kasir dari PO. Bhineka, seraya menyalahkan supir dan kernetnya yang menaikkan ongkos bis semena-mena.

“Yah nanti kami coba cari Bis-Bis nakal yang menaikkan harga seperti itu pak dan akan kita panggil untuk kita tindak tegas.” Ujar Uun.

Namun ada yang aneh, awak media mitrapol menerima SMS dari salah satu sopir yang berharap agar mendobrak atas tekanan kenaikan setoran yang tidak sewajarnya ini.

Ada permainan amakah ini, lempar batu sembunyi tangan terlihat dimana pengelola menyalahkan awak bis, yang seakan-akan menyalahkan supir dan ungkapan terakhir mengatakan saya juga melaksanakan sesuai perintah pak dan tidak tahu apa-apa.

 

 

Reporter : Royen Siregar

One thought on “Pengusaha Bis tekan supir dengan setoran tinggi, Sopir tekan penumpang dengan tarif tinggi, penumpang menjerit

  1. Kami selaku awak bus juga merasa keberatan dengan setoran yang melonjak tinggi.
    Malah lebih parah nya sebelum adanya arus mudik setoran sudah di naikan, “iya kami selaku awak bus mengenakan besar nya tarif tidak sesuai dan tak bisa di TAWAR lagi” karna setoran pun tak bisa di tawar, bahkan kami malah nombok untuk menutupi setoran itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *