Kerja tidak dibayar, rumah terbakar kakek sebatang kara butuh uluran tangan

oleh -57 views

MITRAPOL.com, Palangka Raya – Nasib malang dirasakan seorang kakek sebatang kara Kadiran (79) perantauan asal Kediri Jawa Timur yang hidup disebuah gubuk reyot berukuran 2×3 meter. Kondisi gubuknya sangat mengkhawatirkan bagaikan kandang hewan ternak.

Gubuk derita Kadiran berada di tengah-tengah rumput ilalang dalam kawasan perumahan cukup mewah di Jalan Tjilik Riwut Km 10 Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah.

Loading...

Awak media Mitrapol.com berkesempatan berkunjung ke gubuk deritanya, Senin (3/6/2019) siang. Saat itu Kadiran tengah duduk didepan gubuknya seorang diri.

Senyum ramah diperlihatkan saat mengetahui kedatangan kami.Kadiran sedikit bercerita tentang kisah hidupnya yang malang. Sudah tujuh tahun gubuk yang bisa dikatakan tidak layak huni ini menjadi tempatnya berlindung dari teriknya matahari dan dinginnya malam.

“Saya sudah tinggal tujuh tahun di gubuk ini,” kata Mbah Kadiran sambil tersenyum.

Gubuk derita Kadiran berada di tengah-tengah rumput ilalang. Didepan dan di samping gubuknya terdapat kandang ayam dan yang lebih parahnya lagi gubuknya habis terbakar dan kini numpang dirumah tetangganya tanpa aliran listrik.

Parahnya lagi selain berdekatan dengan kandang ternak, Kadiran mandi dengan menggunakan air parit dan dibagian luar ada juga dapur kecil tempatnya memasak beras dan air menggunakan tungku kayu dan dapurnya beralaskan tanah.

Kadiran berlindung dan bernaung dibalik gubuk reyotnya ini sehari-hari, dengan makan seadanya dan kerja ikut orang tidak dibayar hasil kerjanya, saat ini penyakit sesak nafas sebagai teman hidupnya.

“Saya mempunyai penyakit sesak nafas sudah lama dan jarang mendapatkan obat dan saya kerja ikut pak haji tidak pernah dibayar,” ucapnya sambil meneteskan air mata.

Semasa hidupnya, Kadiran memang tinggal dengan membangun gubuk di atas tanah milik orang lain. Namun, lokasinya tak jauh dari masyarakat, sekarang tak tau lagi ia kemana mencari keluarganya.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Kadiran makan dan minum seadanya, walaupun kondisi tubuhnya yang sudah renta ia tetap semangat menjalani kehidupan ini.

Kadiran berharap ada seorang dermawan yang mau membantu untuk menyisihkan sebagian rejekinya agar bisa mendirikan gubuk dan tidak numpang pada orang lain.

 

 

Reporter : Abimanyu/Tedy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *