Trauma serangan Harimau liar, warga Palas kurangi aktivitas

oleh -25 views

MITRAPOL.com,  Padang Lawas – Terjadinya serangan Harimau liar yang menewaskan satu orang warga Desa Siraisan, Kecamatan Ulu Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas) ASH dan membuat satu warga lainnya FH dalam kondisi kritis hingga dirawat di RSUD Sibuhuan kemudian di rujuk ke salah satu rumah sakit di Kota Rantau Parapat, Kabupaten Labuhan Batu, beberapa waktu lalu, menyisakan trauma yang mendalam bagi masyarakat di dua desa tersebut.

Akibat kejadian itu, di hari Rata Idul Fitri saat ini, masyarakat lebih memilih berdiam diri dikediaman masing-masing dan mengurangi ativitasnya, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, banyak warga memanfaatkan hari liburan Lebaran dengan berekreasi kesejumlah tempat wisata dan tempat lokasi hiburan rakyat.

Loading...

“Masyarakat saat ini mengurangi aktivitas silaturrahmi di hari lebaran ini, hanya dari rumah-kerumah warga dan tidak keluar desa, seperti tahu-tahun yang lalu. Hal itu mungkin disebabkan masyarakat sebagian besar, masih trauma atas kejadian beberapa waktu lalu,” kata Kepala Desa Siraisan Sangkot Hasibuan saat berbincang dengan Mitrapol, di rumah kediamannya, Sabtu (8/6).

Meski terus dilakukan pemantuan oleh aparat TNI dan Polri, terhadap posisi keberadaan Harimau liar tersebut, lanjut Sangkot, masyarakat di kedua desa itu, dan sejumlah desa tetangga lainnya, dipenghujung lebaran, hari keempat saat ini, masih takut melakukan aktivitas mereka, ke lokasi lahan pertanian masing-masing. Baik kelokasi lahan perkebunan karet, sawit dan persawahan.

Selain menyerahkan keamanan masyarakat kepada pihak aparat TNI dan POLRI dari prediksi akan adanya serangan susulan harimau liar itu, sambung Sangkot, hingga saat ini masyarakat masih melakukan kegiatan ronda malam, untuk membantu para aparat TNI dan POLRI, di dua desa tersebut.

“Kami disini masih melakukan kegiatan ronda malam bersama para aparat yang ditugaskan memantau posisi harimau itu. Karena dari informasi orang pintar akan ada serangan susulan harimau itu, hingga makan korban  sebanyaka tujuh orang lagi, nanti”. Sambung Sangkot.

Terkait perasaan trauma dan kecemasan warga, akan adanya serangan susulan Harimau liar itu, di kedua Desa tersebut, Sangkot meminta, masyarakat luas, supaya turut mendoakan keselamatan bagi mereka, masyarakat yang tinggal di desa itu dan desa tetangga lainnya.

“Kepada masyarakat luas, tolong doakan kami supaya terhindar dari bahaya ancaman harimau ganas yang masih berkeliaran itu,” pintanya.

“Dan tolong doakan supaya harimau yang membahayakan nyawa masyarakat itu, segera dapat ditangkap hidup atau mati oleh instansi pemerintah terkait atau aparat TNI dan POLRI,” pungkas Sangkot.

 

 

Repoter   : MS. Hasibuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *