Pedagang di Pemandian Wisata Alam Sungai Barumun Siraisan “Mardangol”

by -59 views

MITRAPOL.com, Padang Lawas – Selain meninggalkan duka dan trauma yang mendalam bagi para keluarga korban serta kecemasan bagi masyarakat sekitar, serangan Harimau liar beberapa waktu lalu yang memakan korban ASH dan FH, di sekitar Desa Siraisan Kecamatan Ulu Barumun dan desa Pagaranbira Jae, Kecamatan Sosopan, juga menimbulkan efek terhadap, para pedagang disekitar tempat wisata pemandian alami, sungai Barumun, Desa Siraisan.

Delisma, seorang pedagang di sekitar tempat wisata tersebut menyebutkan “mardangol” (bersedih). Ucapan ini disampaikan Delisma, akibat para pengunjung di lokasi tempat wisata tersebut sunyi, hingga menyebabkan penjualan semasa musim liburan lebaran idul fitri saat ini turun drastis, jauh dari musim lebaran tahun sebelumnya. Bahkan dikatakannya, saat hari pertama lebaran beberapa hari yang lalu, pejulannya, hanya sekitar seratus ribu rupiah, dalam satu hari itu.

“Mardangol (bersedih), seratus persen jauh beda penjulan kami dengan lebaran tahun lalu. Kurasa ini akibat kejadian itu (serangan harimau liar), hingga pengunjung takut kesini”.ucap Delisma kepada wartawan, dilokasi tempat dagangannya, Minggu (9/6).

Kondisi yang sama juga di alami oleh Kombang Siregar, disebutkannya, penjualannya hanya sekitar lima ratus ribu rupiah, hingga hari kelima lebaran saat ini, dari hari pertama lebaran, di sekitar lokasi tempat wisata tersebut.

“Satu piring tempat telor saja tidak laku musim lebaran ini. Dulu sampai tujuh piring telor, untuk tambahan sajian nasi goring,” sebut Kombang seorang pedagang di sekitar tempat wisata alami Siraisan ini.

Sebelumnya, mereka (Delisma dan Kombang) berharap dan mendoakan, agar Harimau liar pemangsa dua orang warga desa disekitar tempat wisata pemandian alami tersebut, dapat segera tertangkap hidup atau mati oleh pihak yang berwewenang.

“Semoga dapat ditangkap, agar isu Harimau itu hilang dan pengunjung kembali normal, serta tidak takut lagi datang ketempat wisata alami ini,” harap mereka.

 

 

Reporter : MS. Hasibuan

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *