Ketua LASKAR : Uang hangus adalah pengkhianatan terhadap demokrasi dan penghinaan syariat Islam

oleh -87 views
Ketua Lembaga Advokasi Sosial kemasyarakatan Aceh Raya (LASKAR) Teuku Indra

MITRAPOL.com, Aceh – Ketua Lembaga Advokasi Sosial kemasyarakatan Aceh Raya (LASKAR) Teuku Indra mengkritisi syarat yang diajukan oleh Panitia Pemilihan Pengurus Kadin Aceh yang mewajibkan uang hangus 1 Milyar. Persyaratan ini sangat tidak mencerminkan demokrasi, LASKAR menduga upaya ini sebagai perilaku “mie agam.”

Beredarnya isu ada kandidat calon ketua yang sudah dielus, diduga ini bagian dari kolaborasi dengan penguasa di Aceh agar Kadin dapat dikendalikan.

Loading...

Ketua LASKAR mengajak pengusaha Aceh, khususnya anggota Kadin menolak pola ini, dunia usaha Aceh secara khusus harus dibangun dengan kebersamaan, untuk itu harus saling berkontribusi positif. Event seperti ini harus menjadi ajang memperkuat daya bangkit pengusaha, jangan menjadikan organisasi pengusaha sebagai bancakan kelompok tertentu ujar Teuku Indra.

Walaupun diperiode sebelumnya organisasi ini dinilai sebagian orang kurang sesuai dengan harapan pengusaha, maka diperiode ini harusnya dapat diperbaiki, bukannya malah dibuat tambah parah dan melanggar etika demokrasi, tandas ketua LASKAR.

Apa urgensinya uang hangus itu, jika untuk pembiayaan acara pemilihan ini maka panitia seharusnya mengumpulkan biaya dari semua anggota Kadin Aceh sebagai bentuk kebersamaan yang baik, bukan dibebankan hanya kepada calon kandidat ketua saja.

Syarat uang hangus itu tidak baik dalam membangun demokrasi, apa calon ketua kadin aceh hanya dilihat dari segi materi saja, tanpa melihat kemampuan management yang baik.

Teuku Indra meminta semua pihak lebih melihat organisasi Kadin sebagai alat perjuangan ekonomi Aceh, bukan ajang hegemoni atau ajang saling sikut para pengusaha aceh. Pengusaha aceh juga punya mainset ” bue lam seulawah”, kapan Aceh akan bangkit jika sistem yang dibangun seperti ini ucap Teuku Indra.

Seharusnya event seperti ini kembalikan saja ke AD ART organisasi, jangan ditambah syarat-syarat aneh, malu kita rakyat aceh kalau model ini diketahui orang luar aceh karena aceh juga terkenal dengan syariat islamnya dan uang hangus untuk sebuah jabatan seperti ini sangatlah tabu di Aceh.

Buat yang terpilih dan yang tidak terpilih bagaimana cara mengembalikan uang mereka yang satu milyar itu, mari kita bangun aceh dengan baik ajak ketua LASKAR. Jika sesama kita selalu saling sikut, kadin aceh cuma sebatas dilihat sebagai ajang cepat melobi proyek.

Teuku Indra berharap para anggota Kadin aceh dapat memilih sosok ketua yang visioner, bukan cuma jadi pengejar rente proyek akan tetapi melihat visi bisnis bagaimana potensi Sumber daya alam kita dapat menjadi nilai tambah untuk kesejahteraan segenap lapisan masyarakat di aceh, kadin aceh harus menjadi organisasi pejuang ekonomi aceh yang baik dan sehat, tutup Teuku Indra ketua umum LASKAR dalam press realeasenya.

 

 

Reporter  : Bukhari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *