Forkab Aceh puji dan apresiasi sikap kenegarawanan Mualem

by -14 views
etua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Forum Komunikasi Anak Bangsa (FORKAB ACEH) Polem Muda Ahmad Yani

MITRAPOL.com, Aceh – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Forum Komunikasi Anak Bangsa (FORKAB ACEH) Polem Muda Ahmad Yani mengapresiasi sekaligus memuji terkait beredarnya video klarifikasi Mualem atau di sapa Muzakir Manaf yang mencabut sekaligus meminta maaf atas sikapnya yang terlanjur menyuarakan tuntutan referendum hingga akhirnya menimbulkan kegaduhan di tengah publik.

DPP Forkab menilai klarifikasi yang disampaikan Mualem melalui video pendek yang sempat beredar viral adalah cerminan dari sikap kenegarawanan Mualem sebagai sosok tokoh penting dalam perjuangan (eks Kombatan GAM) yang masih memiliki akar pengaruh di tengah masyarakat terutama dikalangan basis masa loyalis dan simpatisan Partai Aceh.

Klarifikasi yang disampaikan Mualem kita nilai sebagai langkan maju dan bentuk kematangan intelektual dari seorang pemimpin Aceh yang memiliki jiwa visioner jauh menatap masa depan Aceh ke depannya dengan komitment tinggi pada menjaga dan mengawal perdamaian dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Polem menambahkan bahwa sikap keputusan Mualem yang mencabut kembali pernyataanya adalah bentuk ketulusan Mualem yang ingin agar masyarakat Aceh tidak kian terbelah dan larut dalam perbedaan pendapat sehingga mengganggu pembangunan dan mengancam perdamaian.

Sebagai daerah konflik, Aceh dikenal sebagai daerah yang sangat rawan terjadinya perperangan dan memiliki akar historis tersendiri sebagai daerah yang masyarakatnya gemar berperang serta memiliki semangat patriotisme yang cukup tinggi atas kedaerahannya. Konflik yang berkepanjangan, khususnya antara pemerintahan RI dan Aceh telah berlangsung sekian lama, dan akhirnya berhasil mencapai suatu kesepakatan damai antara Pemerintahan RI dengan GAM pada tanggal 15 Agustus 2015.

Komitment atas perdamaian membutuhkan sikap kenegarawanan dari semua pihak agar Aceh terus maju dan berkembang pembangunan provinsinya dalam wilayah negara kesatuan republik Indonesia. Menurut Polem, tuntutan referendum merupakan tuntutan yang sangat sensitif dan mengusik ketenangan di tengah masyarakat yang lagi merasakan aroma pembangunan yang kian dirasakan seiring otonomi khusus yang diberikan.

Oleh karenanya, konteks dicabutnya pernyataan Mualem merupakan sikap yang harus dipuji dan diapresiasi oleh semua pihak atas ketulusan Mualem yang lebih memilih kepentingan masyarakat di atas segala kepentingan lainnya. Mualem menyadari jika stetement yang diucapkannya merupakan stetement spontanitas dan tidak ada niat untuk mengingkari kesepakatan damai antara pemerintahan RI dengan GAM.

Hal ini menjadi pelajaran bersama agar semua pihak tidak mengeluarkan pernyataan yang bisa menimbulkan kegaduhan dan ketegangan politik. Kedamaian merupakan suatu keniscayaan yang harus terwujut di Bumi Serambi Mekkah ini untuk kemajuan rakyat dan bangsa Aceh kedepannya.

Polem menilai adanya butir-butir MoU Helsinki yang belum terwujut itu merupakan tugas dan PR kita bersama, khuusnya pihak yang terlibat dalam kesepakatan damai antara Pemerintahan RI dan GAM. DPP Forkab siap menjaga dan memperjuangkan butir-butir MoU Helsinki serta mendesak agar semua element masyarakat terus bersama-sama memperjuangkan turunan UUPA agar direalisasi. Dengan demikian tidak ada celah bagi masyarakat untuk saling menyalahkan antar sesama, demikian disampaikan Polem Muda Ahmad Yani selaku Ketum DPP Forkab Aceh yang juga Eks Kombatan GAM.

 

 

Reporter : Bukhari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *