Kudalumping kesenian tradisional Desa Bulagor masih diminati penggemarnya

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Kesenian tradisional di Desa Bulagor terus tumbuh, dan selalu diminati para penggemarnya, baik dari kalangan anak-anak maupun orang dewasa dan sekalipun orang tua.

Salah satunya adalah kesenian Kudalumping yang biasa dipakai pada setiap acara hajat Nyunatan (Sunatan. Red), keunikannya adalah karena bahan Kudalumping yang terbuat dari injuk pohon aren, dan dihiasi dengan kertas warna warni, jadi terlihat sepintas layaknya seperti kuda asli.

Hampir 90 persen masayarakat di Desa bulagor setiap acara hajat Sunatan memakai acara pawai Kudalumping, yang biasa disebut dengan arak-arakan ngiring penganten sunat.

Tradisi tersebut sampai saat ini terus bertahan, walau sudah banyak kesenian moderen bermunculan, tetapi kesenian Kudalumping tetap exsis dan penggemarnya tidak pernah padam, selalu antusias menonton sambil bergembira ria.

Menurut keterangan salah satu warga Sarmi mengatakan,”Adanya acara Kudalumping ini sangat menghibur, kami pun merasa gembira walau ada rasa takut di tendang oleh pemain Kudalumping, karena pemain Kudaluping itu tidak sadarkan diri, tapi kami tidak pernah mersa bosan malahan ingin berlama-lama menyaksikanya.”

Yang bikin menariknya lagi, Kudalumping ini pemainya tidak sadarkan diri, karena di baca-bacain mantra-mantra sehingga pemainya menari sambil tidak sadarkan diri, sehingga keliatnya tidak merasa cape seperti kuda asli, inilah tradisi yang ada di Desa kami, tambahnya.

Acara pawai ini biasanya dimulai dari rumah Saibul Hajat, lalu keliling kampung untuk menuju kantor Desa Bulagor, untuk memberikan penghargaan dan penghormatan kepada Lurah sambil membawakan nasi dan lauk pauknya serta makanan dan lain-lain, dan Kepala Desapun membalasnya dengan memberikan uang terhadap penganten sunat, serta menyawer kepada para memain kesenian Kudalumping,” jelasnya.

 

 

Reporter : Muklis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *