Prada DP berhasil diamankan, ini penjelasan Kapendam II/Sriwijaya

by -67 views

MITRAPOL.com, Sumsel – Setelah lebih dari satu bulan buron, tersangka Prada DP berhasil diamankan. Kapendam II/Swj, Kol Inf Djohan Darmawan, didampingi Danpomdam Kol CPM Donald Siagian dan Asintel Kasdam II Sriwijaya Kol Inf Safta F, menggelar jumpa pers kronologis tertangkapnya tersangka Prada DP, terduga pelaku mutilasi kekasihnya sendiri.

Prada DP yang tertangkap terlihat mengenakan baju kuning tahanan, ia digiring dengan ketat di markas Pom AD di dekat Kantor Walikota Palembang, Jumat (14/6).

Menurut Kapendam II/Sriwijaya Kolonel Inf Djohan Darmawan, tersangka ditangkap tanpa perlawanan di Padepokan Monghiang pimpinan Buya H. Sar’i.

 

Ia melarikan diri kesana, setelah melakukan pembunuhan di Hotel Sahabat Mulia di Jalan Hindoli, Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin Musi Banyuasin.

“Pada (8/5) sore, yang bersangkutan meninggalkan hotel. Pada malam itu yang bersangkutan menuju ke Lampung. Dalam perjalanan itu ia sempat berkomunikasi dengan penumpang di sebelahnya, ingin mendalami ilmu Agama. Dengan orang sebelahnya dijawab ada Pondok Pesantren di Banten, namanya Monghiang,” ujarnya saat konferensi pers di markas Pom AD II/Sriwijaya, Jumat (14/6).

Sesampainya disana, ia bertemu dengan pimpinan padepokan bernama H. Sar’i. Dalam hal ini, H. Sar’i tidak tahu jika orang yang datang tersebut merupakan Deri Pramana, yang dicari-cari oleh Pomdam II/Sriwijaya dan Kodam II/Sriwijaya.

“Selanjutnya ia pun diterima. Dari tanggal 10 Mei dia tiba di padepokan itu sampai dengan kemarin, yang bersangkutan mempelajari membaca Al Quran sambil bantu-bantu di sana,” ungkapnya.

Sementara, pihak DenPom II/Sriiwjaya dan Kodam II Sriwijaya terus memburu keberadaan tersangka. Aparat yang mengejar akhirnya berhasil melacak jejak tersangka, yang sempat melakukan beberapa komunikasi dengan bibinya.

“Kami tracking sampai ada beberapa komunikasi dengan bibinya. Ini langkah-langkah petugas DenIntel Kodam II/Sriwijaya dalam mengungkap kasus saudari Vera Oktaria,” tegasnya.

Pada saat ditangkap, Kolonel Djohan mengatakan Deri tidak melakukan perlawanan.

Atas perintah panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, DP pun langsung dibawa pulang ke Markas Kodam Sriwijaya dan tiba di sana pada Jumat (14/6) pukul 04.47 Wib.

Kolonel Inf Djohan mengatakan, menurut pengakuan Deri Pramana sebenarnya ia ingin menyerahkan diri, namun masih takut.

“Untuk proses selanjutnya akan dilakukan penyelidikan oleh Pom Dam II/Sriwijaya,” pungkasnya.

 

 

Reporter   : Adri

 

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *