Pemilik 61 kg ganja di Bandara SIM, terancam hukuman mati

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Banda Aceh – Satuan Reserse Narkoba Polresta Banda Aceh masih melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus penangkapan pemilik 61 kg ganja yang diamankan di bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang pada Rabu (12/6/2019) lalu.

Andre (37) ditangkap petugas Satresnarkoba Polresta Banda Aceh saat sedang berada di rumahnya di Meurah Dua kabupaten Pidie.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto SH melalui Kasatresnarkoba AKP Budi Nasuha Waruwu SH mengatakan tersangka terbukti melanggar pasal 111 ayat (2) yang mengatakan dalam hal perbuatan menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon, pelaku dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).

Lanjutnya tersangka melanggar subs pasal 114 ayat (2) yang bunyinya “dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).

“Pelaku terancam hukuman minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun, seumur hidup sampai hukuman mati,” ucapnya kepada Mitrapol di Banda Aceh, Minggu (16/6/2019).

Ia mengatakan, aksi tersangka melakukan pengiriman narkotika jenis ganja ini adalah untuk yang kedua kalinya, awalnya pelaku lolos menyeludupkan barang haram tersebut dengan tujuan salah satu kota yang berbatas langsung antara Jakarta dan Jawa Barat.

“Ini pengiriman kedua tersangka dengan tujuan yang sama, pelaku mengirim barang haram tersebut dengan menggunakan jasa pengiriman paket,” jelasnya.

Selain Andre, polisi kini sedang memburu pelaku lainnya berinisial I yang ditenggarai juga pemilik sekaligus pemodal pembelian barang haram tersebut serta melakukan penyelidikan siapa pemesan barang haram tersebut.

 

 

Reporter : Safdar. S

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *