Ketua Panwascam Huamual di Polisikan anggotanya

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, SBB – Ketua Panwascam Huamual Akbar Samanerry, S.Pi dipolisikan oleh anggota Pangawas desa Luhu, Rusdi Warang mewakili empat rekan Pengawas desa lainnya ke Mapolsek Huamual, Senin (10/6).

Samanery diduga menggelapkan biaya operasional belanja perjalanan dinas berupa uang harian dan transport dalam kota untuk supervise dan monitoring sebesar dua belas juta rupiah dibagi lima orang anggota Pangawas Desa se-Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian barat, Maluku di bulan Februari dan Maret 2019 lalu.

“Kami segera memanggil yang bersangkutan Akbar Samanerry untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait dengan laporan,“ kata Brigadir Polisi Irwan Sillehu.

Setelah menerima laporan pengaduan, Pihak Polsek Huamual langsung bergerak cepat mendatangi dan memanggil Akbar Samanery dikediamannya tepatnya di Hunikare Desa Luhu namun dia tidak berada di tempat.

“Hingga saat ini Ketua Panwscam Huamual itu belum muncul di Kantor Polsek Huamual untuk dimintai keterangan, “ kata Rusdi Warang anggota Panwas Desa Luhu kepada awak media, Selasa, (16/6) di Luhu.

Lima anggota Pangawas Desa yang tidak diberikan hak-hak keuangan tersebut Rusdi Warang Pengawas Desa Luhu, Hamsul Selan Pengawas Desa Iha, Rahman Samal Pengawas Desa Kulur, Ariyanto Sangdji Pengawas Desa Loki dan Dominggus Pengawas Desa Ariyate.

Awalnya, Rusdi Warang menanyakan hak-hak mereka terkait dengan dana traport lokal dan uang harian Pengawas Desa itu sebagaimana tertera pada Pagu Anggaran/RKA bulan Februari dan Maret 2019 kepada bendahara Panwascam Huamual M. Sidik Nurlette di kediamannya Desa Luhu namun bendahara menjelaskan bahwa tidak tahu menahu soal pengelolaan anggaran tersebut.

“Mereka selaku pengawas desa tidak hadir di Sekretarait Panwascam untuk meminta arahan terkait dengan pelaksanaan tugas-tugas pengawasan dilapangan dan selama ini juga pengawas desa tidak memberikan laporan pengawasan dan bukti-bukti perjalanan dinas sehingga anggaran itu diberikan kepada staf sektretariat yang menjalankan tugas pengawasan menggantikan pengawas desa,“ terang Ketua Panwascam huamual saat dikonfirmasi awak media via telepon seluler kemarin.

Tak hanya itu, menurut sumber terpercaya mengatakan setelah pencairan anggaran tersebut di Piru pada awal bulan April 2019 oleh Ketua dan Kasek Panwascam Huamual tanpa melibatkan Bendahara, dana sebesar Rp.195.000.000,- tersebut dimintakan kembali oleh Ketua Panwascam Huamual Akbar samanerry dari Kasek Panwascam Huamual di rumahnya dengan alasan diberikan kepada bendahara Panwascam Huamual namun beliau tidak menyerahkan malah menyimpan serta dikelolah oleh dirinya sendiri selaku Ketua tanpa melibatkan Bendahara maupun Kepala Sekretariat.

Saat bimtek pengawas TPS yang dilaksanakan di Aula SMK negeri 3 Seram barat Desa Luhu, begitu acara selesai staf panwascam membagikan biaya transpot kepada peserta namun saat itu juga ada sebagian peserta yang belum kebagian amplove akhirnya ketua panwas kembali ke rumahnya untuk mengambil sisa uang transport yang masih tertinggal di rumahnya.

“Kami semua bingung kenapa bukan bendahara yang pegang uang itu, kenapa ketua yang harus pegang ? ternyata ketua telah mencairkan dan mengelolah dana itu tanpa melibatkan bendahara,“ ujar Warang.

Lanjut Warang, Ketua dan anggota panwascam tidak boleh mencampuri urusan keuangan apalagi mengelolah sendiri tanpa melibatkan Kasek dan bendahara Panwascam,“ tandas Warang yang juga mantan ketua Panwascam Huamual 2014 lalu.

Selain itu, awalnya laporan pertanggungjawaban keuangan atas anggaran Rp.195. 000.000,- tersebut dibuat oleh Ketua Panwascam Huamual namun tidak tuntas dan selanjutnya diserahkan ke Bendahara dan kasek Pawascam huamual saat staf dan bendahara bawaslu Kabupaten SBB datang di Sekretaraiat Panwascam huamual,“ ujar salah satu staf Sekretariat Panwascam Haumaual yang namanya tidak mau disebutkan.

 

 

Reporter : Kaliky

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *