Sugandi Pjs. Kuwu Desa Suranenggala-lor Suranenggala Cirebon, Caos

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Cirebon – Suranenggala adalah sebuah Wilayah Pemekaran dari Kecamatan Kapetakan Wilayah tersebut adalah wilayah yang berada di Cirebon bagian Utara berbatasan antara Kabupaten Cirebon dengan Wilayah kabupate Indramayu. Suranenggala yang berarti Sura yaitu berani dan Nenggala adalah Gaman/Pusaka.

Setelah sekitar 6 (enam) tahun dipimpin oleh seorang Kuwu yang bernama Sawilo KG alias Deni, kini jabatan Kuwu berakhir dengan aman tentrem dan Kondusif, setelah Ketua BPD Jaelani mengingatkan Sawilo (Kuwu) untuk meletakan jabatannya pada pukul 00.00 tanggal 13 Juni 2019.

Untuk selanjutnya, dalam memberikan pelayanan kepada Masyarakat sesuai peraturan perundang-undangan tugas kepala Desa di Plh kan kepada Syahrudin yang sekarang menjabat sebagai Sekdes.

Dijelaskan Syahrudin, bahwa secara Adat Desa, pemangku jabatan setelah Kuwu yang lama lengser harus ada pengganti pemangku jabatan Kuwu yang baru, akhirnya pada tanggal 16 Mei 2019 diadakan rapat kordinasi antara BPD, Perangkat (Pamong) Desa, RT/RW dan semua unsur Sesepuh Masyarakat. Kemudian pada tanggal 17 Mei 2019 hasil musyawarah Desa dikirim ke kecamatan Suranenggala untuk diajukan ke Bupati Cirebon.

Ketua BPD Suranenggala-lor Jaelani mengatakan bahwa secara de fakto Sugandi sudah menjadi kepala Desa, namun masih menunggu SK dari Bupati untuk melaksanakan Tupoksinya karena harus melalui prosedur pelantikan oleh Bupati. Sedangkan dalam Adat Istiadat Desa Suranenggala-lor (Desa Sepuh) perlu adanya pengganti Kuwu sebagai Adat Desa, untuk itu alhamdulillah pada tanggal 14 Juni 2019 hari Jum’at kita sudah ada pemangku jabatan Kuwu yaitu Sugandi yang kebetulan putra Daerah asli Suranenggala-lor yang berdomisili di Desa Suranenggala-kidul karena turut istri.
Ditambahkan bahwa Caos adalah istilah Adat Desa yang biasa dilakukan dan dijadikan budaya Adat Desa Suranenggala-lor yang sudah turun temurun hingga saat ini. Jelas Jaelani selaku ketua BPD yang menjabat selama dua Periode.

Desa Suranenggala-lor Desa dibilang Unik, karena semua Adat dan tradisi Desa dilakukan dengan upacara Adat Desa, seperti halnya, 1. Ngunjung (kunjungan) pada bulan Maulud., 2. Mapag Sri (jelang Pesta panen padi), 3. Caos (awal aktif) ke Desa dan 4. Setiap tanggal 17 Agustus HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (NKRI). yang motori Ketua Karang Taruna Desa Suranenggala-lor.

Caos Kuwu Desa Suranenggala-lor yang diiringi ratusan Keluarga dan Masyarakat membuat jalan menjadi padat merayap. Namun tidak mengakibatkan kemacetan yang panjang.

Hadir dalam upacara Adat Desa Suranenggala-lor Aiptu Sukanan dan Brigadir Ferry Sunandar mewakili Kapolsek Kapetakan. Dirinya menyampaikan Apresiasi dan Salut kepada Masyarakat Desa Suranenggala-lor yang konon dulu terkenal nakal sekarang sudah menjadi Warga masyarakat yang baik dan Kondusif. Ini berkat kerja bareng pihak kepolisian dan berangkat Desa sampai unsur ulamanya. Tandas Aiptu Sukanan.

Semoga Masyarakat Desa khusus nya Kecamatan Suranenggala sebagai warga Wilayah pantura yang identik dengan suhu yang panas, Aiptu Sukanan mengajak untuk menjaga Kondusifitas di Desa nya masing-masing. Sehingga terbentuk Wilayah pantura yang tentram Ayem. Imbuhnya.

 

 

Reporter : Darto.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *