BPJN IV : Siap laksanakan intruksi Presiden bangun Jembatan Babin

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jambi – Pulau Batam dan Pulau Bintan adalah dua Pulau yang ada di wilayah provinsi Kepulauan Riau, yang berdekatan dengan Negara tetangga Singapore dan Malaysia. Kepulauan Riau, dahulu pada abad pertama masehi, merupakan tempat favorit bagi kapal dagang India dan Cina.

Pulau Batam adalah ini merupakan pulau yang paling berdekatan dengan negara Singapura, terpisahkan oleh selat selebar 15 km, dan merupakan kawasan perdagangan bebas (FTZ=Free Trade Zone), Sementara Bintan adalah pulau terbesar di Kepulauan Riau, yang terdiri dari hampir 3.000 pulau besar dan kecil, terbentang di sebrang Singapura dan Johor Baru, Malaysia. Pulau ini melebar dari Malaka ke Laut Cina Selatan.

Kementerian PUPR melaui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) IV siap laksanakan untuk membangun Jembatan yang menghubungkan Pulau Batam – Bintan. Pembangunan Jembatan Batam – Bintan merupakan salah satu dari 7 megaproyek yang diajukan Kepulauan Riau (Kepri) untuk dibangun bersama Pemerintah Pusat. Jembatan sepanjang 7 KM itu dibagi menjadi 3 bagian yaitu, Tanjung Kasam (Batam) – Tanjung Sauh sepanjang 2 KM, Tanjung Sauh – Pulau Ngenang sepanjang 400 meter, Pulau Ngenang – Bintan sepanjang 5 KM dan dipercaya akan menjadi salah satu pengungkit ekonomi Kepri. Dengan investasi Rp4 triliun, Kepri akan mendapat manfaat sosial dan ekonomi puluhan kali lipat.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) IV Jambi Budi Harimawan Semihardjo, menyatakan estimasi harga kasar anggaran pembangunan jembatan Batam-Bintan (Babin), di Kepulauan Riau sekitar Rp 9 triliun. “Perkiraan sebesar Rp 9 triliun ini mempertimbangkan tipe konstruksi jembatan yang diplilih, tinggi clearance, kedalaman laut, dan lain sebagainya,” kata Budi saat ditemui di ruangan kerjanya pada, Kamis, (13/6/2019).

Lanjut Budi, pembanguan Jembatan Batam – Bintan (Babin) ini masih harus menunggu hasil review Fisibility Study (FS) yang saat ini sedang dilaksanakan oleh Direktorat Pengembangan Jaringan Jalan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, yang kemudian dilanjutkan penyiapan Desain Enginering Desain (DED) serta Analisis Masalah Dampak Lingkungan (AMDAL). “Kesiapan/Readiness Criteria ini sebagai syarat utama pelaksanaan program tersebut, agar investasi yang dikeluarkan tidak menjadi beban dan tidak bermanfaat,” ujarnya.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) IV Jambi Budi Harimawan Semihardjo

Ia menyebutkan, selain menunggu hasil review FS, DED, serta AMDAL untuk kelanjutan pembangunan jembatan Babin ini juga perlu adanya pembebasan lahan, bangunan dan tanaman serta pemindahan penduduk dengan menggunakan pendekatan partisipasi. “Untuk kegiatan ini dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kepri,” kata Budi.

Dia menjelaskan, sejauh ini diprediksi rincian masing-masing tapak Jembatan Babin (menggunakan usulan trase Alternatif 2) dari Kabil-Tanjung Sauh sepanjang 2.170 M, Tanjung Sauh-Pulau Ngenang 293 M dan Pulau Ngenang – Tanjung Taluk sepanjang 3.814 M. Sehingga total panjang jembatan tersebut yakni 6.29 Km serta ditambah jalan sepanjang 8.67 Km.

Perencanaan pembangunan Jembatan Babin perlu direncanakan dgn matang, karena menyangkut dana yang sangat besar. Setelah DED juga perlu difinalkan konsep pendanaannya, salah satunya dgn konsep KPBU.

“Pada prinsipnya, jika semua sudah memenuhi, kami siap melaksanakan apabila pemerintah pusat memerintahkannya”, tegas Budi.

Budi menjelaskan, karena ini masih bukan kewenaangan nasional, secara teknis untuk lebih memudahkan, kita harus ada penugasan dari Presiden atau dari menteri yang menugaskan kita untuk mendesain. Secara logis pembangunan Jembatan Babin masih memungkinkan untuk dibangun tapi waktunya belum bisa dipastikan secara cepat. Untuk saat ini, kita hanya menyapaikan informasi status readiness yg ada, tapi kalau pemerintah mau menyediakan dana kita siap saja, segala sarana dan prasana yang ada kita sudah punya dan kemampuan serta pengalaman membangun jembatan panjang dan jembatan antar pulau pun juga sudah punya, pungkas Budi.

 

 

Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *