LBR ingatkan Dinsos kroscek Program KUbe di Kecamatan Sobang

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak – Program Kelompok Usaha Bersama (KUbe) merupakan tujuan pemerintah melalui Dinas Sosial untuk memicu jalan usaha serta mendorong tarap ekonomi warga miskin agar terentas dari kemiskinan.

Seperti di Kecamatan Sobang Lebak – Banten. Sebanyak 10 Kelompok Usaha Bersama (KUbe) menerima uang tunai sebesar 20 juta untuk modal usaha masing-masing kelompok usaha.

Prakarsa yang dianjurkan kepada Kelompok Usaha Bersama (KUbe) yaitu bidang usaha keterampilan, Perbengkelan, peternakan, perikanan dan peluang usaha lainya

Kelompok yang mengajukan dan nerima modal tersebut diantaranya dari berasal dari Desa Majasari 2 Kelompok, Desa Ciparasi 3 Kelompok, Desa Hariang 2 Kelompok, Desa Sukaresmi 2 Kelompok dan Desa Sindanglaya 1 Kelompok

Namun menurut informasi yang dihimpun mitrapol.com di wilayah kecamatan Sobang. Dari sebanyak 10 Kelompok, hanya ada kelompok Cipta Pusaka diDesa Ciparasi yang nampak menjalankan usaha dibidang pembuatan Golok, bahkan hasil karya mereka sudah diakui memiliki ciri khas Golok Sobang, sebagai Golok asli Ciparasi, dikenal baik dalam tahap proses bahan besi, penempaan, juga pembuatan serangka (sarung)

“Ketiga kelompoknya semua berjalan, pembuatan Golok, Peternakan kambing dan Perikanan, cuma kelompok usaha ikan kemarin terkena imbas banjir bandang sungai Cisimeut, kalau bisa tolong bantu diusahakan lagi,” ujar Kepala Desa Ciparasi melalui pesan Aplikasi WhatsAppnya pada Minggu (22/6/2019).

Namun penelusuran dari desa lain mitrapol.com tidak menemui adanya kegiatan yang dilakukan oleh Kelompok Usaha Bersama (KUbe) seperti desa Ciparasi – Sobang

Hasanudin selaku TKSK Kecamatan Sobang saat dikonfirmasi terkait Program KUbe tersebut, Senin (22/6) dirinya mengakui bahwa tidak mengetahui sama sekali

“Maaf Soal itu saya tidak tahu kang, biasanya ada pendampingnya,” terangnya.

Hasanudin juga menambahkan, kata dia, TKSK hanya dilibatkan pada saat mengusulkan program, namun ketika realisasi tidak dilibatkan

“Kalo ditahap pengusulan TKSK dilibatkan, kalo di Pelelehan (Pencairan) tidak dilibatkan,” tutup Hasanudin.

Menurut Tisna, Ketua LSM Laskar Banten Reformasi menanggapi dana KUbe

“Pemerintah dalam hal ini Dinsos Lebak, jangan hanya bisa menurunkan program akan tetapi harus dibarengi dengan pengawasan, bukan hanya KUbe, banyak program di Lebak yang mangkrak akibat tidak diawasi.

Selain pengawasan, tambah Tisna, sebelum memberikan modal mestinya Pemerintah memberikan pembinaan bagaimana cara mengelola usaha, terutama keterampilan (Skil) dibidang usaha.

“Kalau pemerintah Lebak cuma menurunkan program tapi pengawasan dan pembinaan itu tidak ada, maka sama saja dengan menghamburkan anggaran,” pungkasnya.

 

 

Reporter : Ubay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *