Refly Ruddy Tangkere, Sosok Kepala BPJN XII yang Kooperatif, tegas dan smart bangun Infrastruktur Kaltim – Kaltara

  • Whatsapp
Kepala BPJN XII Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Refly Ruddy Tangkere

MITRAPOL.com, Kaltara – Sosok sederhana dan tegas yang dimiliki Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XII Kaltim – Kaltara Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR ini sangatlahlah membantu dalam kesehariannya untuk memimpin sebuah BPJN XII yang mempunyai tugas melaksanakan perencanaan, pengadaan, pembangunan dan preservasi jalan dan jembatan, penerapan sistem manajemen mutu dan pengendalian mutu pelaksanaan pekerjaan penyediaan dan pengujian bahan dan peralatan serta keselamatan dan laik fungsi jalan dan jembatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan menjadi salah satu prioritas Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Hal ini sebagai tindak lanjut mewujudkan Nawa Cita Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk membangun dari pinggiran dalam rangka menjaga NKRI.

Ir. Refly Ruddy Tangkere ST.,MM, demikian sosok Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XII Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, jabatan posisi Kepala BPJN XII mulai di Tahun 2017 sampai saat ini Tahun 2019 ia terlihat sudah Membangun Kinerja sesuai Tupoksinya, Pembenahan disana sini pun mulai dilaksanakan, Kordinasi dengan pihak pihak terkait dalam rangka Pembangunan infrastruktur di Kalimantan Timur – Kalimantan Utara terakomodir dengan Baik dan terintregrasi secara Efektif sehingga Pembangunan jalan maupun Jembatan sebagai tugas Kerjanya berjalan secara Proposional, kalaupun adanya Kekurangan hal tersebut segera akan di benahi dengan kata lain tetap akan menjadi Prioritas Penanganan .

Refly pun begitu cukup kooperatif dan sangat Familiar terhadap pekerja pers maupun Lembaga Swadaya Masyarakat sepanjang hal tersebut untuk saling membangun dalam konteks Positif, kritik memang sangat diperlukan tetapi juga harus disertakan dengan solusinya. Refly tidak mengelak bahwa masih ada kelemahan kelemahan di jajarannya dalam membangun infrastruktur di wilayahnya, tetapi hal tersebut bukan berarti disengaja, seperti dikatakan diawal kelemahan tersebut tetap akan dibenahi segera.

Sikap tegas dan bijak yang dimiliki seorang Refly patut diteladani dan hal inilah yang menjadi Modal standar sosok satu ini dalam melangkah kakinya untuk memegang Amanah jabatannya selaku Kepala Balai di Kalimantan Timur – Kalimantan Utara jenjang dan Karier seorang Refly pada Kementerian PUPR Direktorat Jenderal Bina Marga memang dimulai dari Bawah dan hal itu mengalir seperti Air.

Di kawasan perbatasan Kalimantan, Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XII saat ini tengah menyelesaikan pembangunan jalan paralel sepanjang 1.920 km. Jalan paralel perbatasan di Kalimantan, yang berada di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sepanjang 824 km dan Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang 244 km. Jalan tersebut ditargetkan sudah bisa tersambung dan fungsional pada akhir 2019. Pembangunan jalan perbatasan secara otomatis akan membuka keterisolasian wilayah, akses masyarakat jadi lebih terbuka hingga kemudian terbentuk jalur-jalur logistik baru yang mendukung tumbuhnya embrio pusat-pusat pertumbuhan.

Selain ekspedisi jalan perbatasan, dilaksanakan pula pembangunan Jembatan Pulau Balang dan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda.

Jembatan Pulau Balang akan memiliki panjang 402 meter, lebar 22,4 meter yang terdiri dari empat lajur disertai pedestrian. Jembatan dengan tipe struktur cable stayed tersebut akan jadi jembatan dengan bentang utama terpanjang kedua di Indonesia setelah Jembatan Suramadu di Jawa Timur.

Pembangunan Tol Balikpapan – Samarinda (Balsam) saat ini terus dikebut agar memenuhi target selesai pada tahun 2019. Proyek jalan tol sepanjang 99,35 km ini dikerjakan dalam lima seksi, pembangunan seksi I (Balikpapan km 13 – Samboja) 86,7 persen, seksi II (Samboja – Muara Jawa) 60,72 persen, seksi III (Muara Jawa – Palaran) 75,61 persen, seksi IV (Palaran – Samarinda) 53,31 persen, dan seksi V (Balikpapan-Bandara Sepinggan) 44,8 persen.

 

 

Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *