Meski terus meletus, aktivitas galian C di Kaki Gunung Sinabung tetap marak

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Karo – Aktivitas penambangan Batu dan Pasir (Galian C) di kawasan zona merah kaki Gunung Sinabung desa Gurukinayan, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, tetap beroperasi meski sebelumnya gunung tersebut baru erupsi beberapa Minggu lalu.

Diketahui erupsi Sinabung yang terjadi empat belas hari yang lalu pada hari Minggu (9/6/2019) lalu itu cukup besar, memuntahkan abu vulkanik dengan ketinggian kolom mencapai 7,000 meter, diikuti awan panas guguran ke sektor Tenggara 3,500 meter dan Selatan 3,000 meter dari puncak, sesuai data dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di pos pemantau Gunung Api Sinabung di Simpangempat.

Hal ini mengundang reaksi dari berbagai elemen masyarakat, mengingat lokasi Galian C tersebut cukup dekat hanya berjarak kurang lebih 3-4 kilometer dan termasuk dalam zona merah. Sehingga dikhawatirkan dapat mengakibatkan jatuhnya korban pada saat Gunung Sinabung kembali meletus.

“Kita tidak dapat memprediksi kapan Sinabung itu akan erupsi lagi. Biasanya dia (Gunung Sinabung) meletus secara tiba-tiba tanpa ada tanda-tanda sebelumnya,”

Komandan Satuan Tugas Tanggap Darurat Gunung Api Sinabung Diminta segera memberikan peringatan, bahkan kalau perlu menghentikan sementara kegiatan penambangan batu dan pasir yang ada di kaki Gunung Sinabung sampai situasi betul-betul aman.

Pantauan Mitra Poldasu di lokasi galian di desa Gurukinayan sejumlah alat berat excavator (Beko) sedang melakukan aktivitas di sekitar aliran sungai Lau Borus untuk mengambil pasir, sirtu dan batu.

Tak jauh dari lokasi tambang, terlihat jelas bekas jalur guguran awan panas Gunung Sinabung. Begitupun demikian, para penambang seperti tidak menghiraukan ancaman yang akan datang, padahal, dibeberapa sisi jalur masih tampak beberapa pohon yang mengering seperti bekas terbakar akibat awan panas.

 

 

Reporter    : Rinaldi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *