Keluarkan aroma busuk dan menyengat, Haji Uma Surati PT. Medco

by -19 views

MITRAPOL.com, Tapaktuan – Anggota DPD-RI Asal Aceh, H. Sudirman mengambil sikap dengan menyurati PT. Medco E&P Malaka Blok A di Gampong  Blang Nisam kecamatan Indra Makmu kabupaten Aceh Timur.

Hal tersebut dilakukan anggota komite II DPD-RI sebagai tindak lanjut atas respon warga terkait keluarnya aroma menyengat yang disinyalir berasal dari lokasi produksi tambang perusahaan tersebut.

Loading...

Dalam surat yang dikirimkan Senin (24/6/2019), senator yang akrab di panggil Haji Uma meminta agar PT. Medco E&P Malaka segera menyampaikan hasil uji laboratorium terkait kualitas udara yang dilakukan oleh tim akademik, sebagaimana disampaikan sebelumnya oleh pihak perusahaan menanggapi aksi demo masyarakat.

“Berdasarkan informasi dari masyarakat, hingga kini hasilnya (uji laboratorium) belum diumumkan. Karena itu, kita  menyurati pihak perusahaan sebagai bentuk tindak lanjut aspirasi masyarakat setempat, Intinya kita meminta agar mereka segera menyampaikan hasil uji lab, sesuai dengan harapan warga,” ucapnya di Jakarta,  saat dikonfirmasi Mitrapol.com melalui telepon seluler,Selasa (25/6/2019).

Menurutnya, hingga kini masyarakat yang tinggal di lingkar tambang  merasa resah, mengingat  status dan tingkat dampak bahaya yang disebabkan dari aroma menyengat yang muncul disekitar lokasi produksi migas tersebut.

“Masyarakat akan terus merasa cemas dan menjadi resah sebelum adanya pengumuman hasil uji laboratorium dimaksud, hal ini wajar sebab ada masyarakat yang mengalami gangguan pernafasan dan muntah dikarenakan terhirup udara dengan aroma busuk menyengat tersebut,” ungkapnya.

Untuk itu, Haji Uma meminta PT. Medco E&P Malaka segera mungkin menyampaikan hasilnya kepada masyarakat. Disamping itu, Haji Uma berharap agar masalah terkait aroma busuk tersebut dapat segera diselesaikan sehingga dapat mengambalikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat serta menghindari berbagai reaksi aksi masyarakat yang mungkin timbul jika masalah tersebut berlarut.

 

 

Reporter   : Safdar S

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *