Polres Tobasa diharapkan serius tangani Korupsi pengadaan Sound System

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Tobasa – Dugaan korupsi pengadaan Sound System senilai lebih kurang 1 M dibagian umum dan perlengkapan Pemkab Tobasa masih terus menjadi pertanyaan dikalangan masyarakat, insan pers dan LSM.

Temuan yang mulai terkuak awal tahun 2015 hingga sampai saat ini masih diliputi misteri dan belum diketahui kelanjutannya, Pihak Polres Tobasa belum bisa menetapkan para tersangkanya.

Kasat Reskrim Polres Tobasa, AKP Nelson Sipahutar ketika dikonfirmasi di Mapolres Tobasa mengatakan, penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan sound system hingga kini masih dalam proses dan sudah dalam tahap penyidikan. Panggilan terhadap saksi-saksi masih berlanjut, namun kasat tidak menyebutkan siapa saja saksi yang sudah diperiksa.

“Kita serius dan tidak main-main dalam menangani kasus ini. Saat ini masih dalam tahap penyidikan dan tadi saya baru menandatangani surat panggilan untuk pemeriksaan saksi,” ujar Kasat Reskrim tanpa merinci nama-nama yang saksi yang akan diperiksa.

Sementara itu, Adikara Hutajulu SH, Pengacara sekaligus pelapor kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan sound system ini mempertanyakan keseriusan penyidik Polres Tobasa dan Kejari Tobasa dalam menangani dugaan korupsi tersebut. Adikara menduga kasus tersebut sudah “masuk angin”.

“Sejak kasus ini dilaporkan, hingga saat ini sudah berjalan 4 tahun, penyidiknya yang harus dipertanyakan, kenapa sampai sekarang ini tidak naik? Karena itu kan barang yang bisa dicheck setiap saat, bukan seperti bangunan yang membutuhkan tenaga ahli untuk melihat apakah itu korupsi atau tidak. Apakah mungkin kasus ini sudah masuk angin? Karena pengakuan penyidik, saksi saksi sudah diperiksa, lalu mengapa tidak berlanjut,” ujar Adikara.

Adikara menyebutkan bahwa pihaknya telah menyurati para penegak hukum (Polres dan Kejari Tobasa) yang pada pokoknya berisikan permohonan laporan perkembangan proses penanganan kasus sound system yang tak ujung berakhir.

 

 

Reporter : Abdi. S

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *