Pemberlakuan sistem zonasi, ratusan siswa lulusan SMP tidak lolos masuk SMA

  • Whatsapp
Ketua Panitia Penerimaan SMA Negeri II Nunukan Andi Rifai S.Pd,

MITRAPOL.com, Nunukan Kaltara – Sistem penerimaan siswa baru SMA dan SMK tahun 2019 membuat risau orang tua siswa yang rumahnya berjauhan dari lokasi Sekolah.

Sistem zonasi yang diterapkan sekarang, sekalipun nilainya renda tapi dekat dengan sekolah harus diterima, sementara sekalipun siswanya berprestasi dan mempunyai rangking kalau jaraknya jauh dari sekolah tidak diterima.

Salah seorang orang tua siswa, Herdianto (42) warga Nunukan Selatan, Kalimantan Utara sangat menyesalkan dengan terbitnya Kepmen No 51 Tahun 2018 tentang Juknis Penerimaan Siswa SMA dan SMK.

Lanjud Hardianto, anak sulungnya lulusan SMP Negeri 1 Nunukan Selatan mendapat nilai sangat baik tetapi tidak bisa melanjutkan pendidikan di bangku SMA atau SMK.

Saya berharap agar pemerintah atau dalam hal ini Kementeria Pendidikan merevisi atau meninjau ulang Peraturan No 51 Tahun 2018 ini karena merugikan siswa dalam melanjutkan pendidikan.

Menurut Kementerian Pendidikan, peraturan No: 51 Tahun 2018 tujuan diberlakukannya peraturan tersebut untuk mendorong peningkatan aksea Pendidikan digunakan sebagai pedoman bagi Kepala Sekolah untuk membuat kebijakan tehnis penerimaan siswa baru dan menetapkan Zona sesuai dengan kewenangannya.

Dulu ada peraturan Kementerian Pendidikan No 14 Tahun 2018 tentang penerimaan peserta didik/siswa dan peraturan ini tidak berlaku lagi setelah Kepmen baru terbit.

Menurut Ketua Panitia Penerimaan SMA Negeri II Nunukan Andi Rifai S.Pd, penerimaan siswa baru tahun ini memang berbeda dengan penerimaan siswa tahun lalu, dulu berdasarkan rangking sekarang kita berdasarkan Zona jarak dari rumah ke sekolah maksimal 673 Meter, kedua kita berdasarkan prestasi, umpanya menjadi juara dalam cabang olahraga tertentu, siswa pindah tugas orang tuanya dan terakhir siswa yang orang tuanya miskin itu menjadi prioritas, ujarnya.

Kami sebagai panitia hanya menjalankan perintah dari Kepala Dinas Pendidikan Propensi, berdasarkan Kepmen No : 51 Tahun 2018.

 

 

 

Reporter     : Yusuf. P

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *