ALMUD endus dugaan laporan keuangan fiktif Dirut Garuda

by -40 views

MITRAPOL.com, Jakarta – Polemik di dunia penerbangan Indonesia semakin memanas dan juga kisruh beberapa waktu yang lalu dimana masyarakat dibuat pusing dengan harga tiket pesawat yang melambung tinggi.

Berdasarkan hal tersebut, Aliansi Muda untuk Demokrasi (Almud) menduga ada penipuan publik dalam Laporan Posisi Keuangan (LPK) perusahaan pada tahun 2018 yang dilakukan oleh Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yaitu Ari Askhara, dimana dalam temuan Almud, disinyalir Ari Askhara melakukan pelaporan keuangan fiktif.

“Pada laporan 31 Desember 2018 dituliskan bahwa PT Garuda Indonesia (persero) Tbk meraup laba bersih USD 809,85 ribu atau sekitar Rp11 miliar. Padahal kita ketahui bersama PT Garuda mengalami kerugian cukup dalam pada 2017 mencapai Rp3 triliun,” ujar Fadhli sebagai kordinator dari Almud, pada selasa (2/7/2019) di depan Kantor PT. Garuda Indonesia (persero)Tbk, Kebon Sirih Jakarta.

Karena bagaimana mungkin kerugian yang cukup dalam dapat disulap menjadi keuntungan hanya dalam setahun. Apalagi pada 2018 rupiah pernah melemah hingga Rp14.000 per 1 dollar Amerika dan harga minyak dunia juga tidak stabil.

“Kita beetanya-tanya, seharusnya kondisi ekonomi yang melemah menjadi kendala untuk semua perusahaan penerbangan, tetapi kenapa PT. Garuda malah mendapatkan keuntungan,” jelas Fadhli

Kemudian diketahui juga, berdasarkan laporan keuangan 2018, ada perjanjian kerjasama antara PT Garuda dengan perusahaan Mahata Aero Teknologi sebesar USD 239 juta. Namun kerja sama itu tidak dapat dimasukan dalam LPK perusahaan tahun 2018, karena kerja sama ini selama 15 tahun dan dana tersebut belum diterima sampai akhir tahun 2018.

“Hal ini merugikan sekali bagi Bursa Efek Indonesia (BEI) dimana PT Garuda juga menjual sahamnya kepada masyarakat umum jadi hal ini dapat kita kategorikan sebagai penipuan publik,” ujar Fadhli.

Menurit Fadhli, sebagai perusaan plat merah sekaligus sebagai perusahaan publik, Garuda seharusnya membuat laporan keuangan yang jujur dan tidak ada penipuan publik di dalamnya.

Namun nyatanya, OJK telah memberikan sanksi kepada PT Garuda (persero) Tbk, karena dianggap membuat laporan keuangan yang tidak benar. Bahkan semua direksi dijatuhkan denda masing-masing Rp100 juta dan akuntan publik yang menangani LPK PT Garuda (persero) Tbk telah dibekukan selama satu tahun, dan hal ini tertuang pada laporan OJK yang disiarkan pada 28 Juni 2019.

Dengan hal ini kami menilai Ari Askhara telah gagal dalam memimpin PT Garuda sebagai perusahaan BUMN, sehingga menguntungkan mafia-mafia penerbangan dan merugikan masyarakat dengan mahalnya tiket pesawat,” lanjut Fadhli.

Dalam aksinya Almud juga melakukan pembakaran Foto Dirut PT. Garuda Indonesia (persero) Tbk. Di depan gedung PT. Garuda Indonesia, sebagai aksi symbolik meminta Ari Askhara turun sebagai Dirut Garuda Indonesia. Almud juga mengeluarkan empat pernyataan sikap diantaranya:

1. Mendesak Menteri BUMN Rini Soemarno untuk memecat Ari Askhara dari PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

2. Coret semua dewan direksi PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk karena melakukan penipuan dalam perbuatan laporan keuangan tahunan 2018.
3. Turunkan harga tiket pesawat untuk memudahkan masyarakat.

4. Jokowi harus berani mengganti menteri BUMN Rini Soekarno karena telah membiarkan kecurangan di BUMN.

 

 

Reporter : BS

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *