Pasca kemenangan Jokowi, Forkab Ingatkan Ketua TKD Aceh jangan terlalu maju

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Aceh – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FORKAB Aceh melalui pers rilis yang disampaikan ketum DPP Forkab Polem Muda Ahmad Yani atau yang akrab disapa Polem menyidir sikap ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Aceh Irwansyah yang kesannya semakin offside dengan sikap ambisiusnya dalam bermanuver pasca penetapan kemenangan Jokowi sebagai capres terpilih.

Polem menilai bawaan sikap ketua TKD Aceh semakin hari terkesan semakin menonjolkan sikap ambisius pribadinya dan lebih memilih maju sendiri dengan memanfaatkan momentum kemenangan Jokowi guna meraih cotel effect bagi pencitraan politik.

Padahal dominasi kemenangan Prabowo di Aceh seharusnya patut menjadi bahan evaluasi Irwansyah selaku ketua TKD di Aceh. Untuk itu, Polem mengingatkan posisi central ketua TKD Aceh Irwansyah agar kedepannya semakin focus melakukan perenungan diri dan segera untuk melakukan evaluasi kepemimpinananya yang selama ini belum mampu mendongkrak popularitas Jokowi dalam meraih dukungan masyarakat Aceh.

Polem berharap agar posisi penting ketua TKD Aceh ke depannya bisa memainkan peran lebih progresif bagi kemajuan dan pembangunan Aceh ke depannya. Di samping itu, lebih bersikap akamodatif melakukan konsolidasi secara internal sesama timses relawan pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Aceh, sehingga eksistensi ketua TKD Aceh tidak terkesan obsesif melakukan pencitraan diri dengan pemberitaan yang sensasional.

Kami dari Forkab, dikatakan Polem, masih belum melihat adanya niatan positif ketua TKD Aceh menjalin komunikasi antar sesama relawan dan timses Jokowi di Aceh, padahal wadah TKD merupakan medium yang sangat potensial mendiskusikan banyak hal terkait langkah-langkah kerja politik bagi pembangunan Aceh kedepannya dengan penetapan pemenangan Jokowi Nomor 152/PL.01.9-BA/06/KPU/VI/2019 oleh ketua KPU Arief Budiman di kantornya Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Minggu (30/06/2019).

Sebagai kawasan strategis bagi pembangunan Indonesia, Aceh menjadi daerah prioritas pembangunan pada kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf Amin ke depannya untuk digenjot pertumbuhan ekonomi, dengan menngali potensi sumber daya alam yang melimbah dengan didukung dana otsus mencapai triliunan milyar rupiah.

Bahkan secara tegas presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan jika dirinya selama ini seorang politikus maka ia hanya akan membangun infrastruktur di wilayah Pulau Jawa saja. Namun, Jokowi mengaku tidak melakukan itu dan ingin pembangunan infrastruktur merata di seluruh wilayah Indonesia, terututama di Aceh yang sudah dianggap sendiri sebagai daerah kampung halamannya.

Di sini, Polem menimpali bahwa apa yang dilakukan pemerintah semata-mata untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sampai saat ini, sikap konsistensi pak Jokowi masih terlihat cukup istiqamah dan berpesan kepada Polem selaku ketua Forkab agar masyarakat Aceh untk tetap terus menjaga situasi dan kondisi damai di Aceh agar pembangunan bisa di up grade lebih cepat menjadi provinsi maju di Indonesia.

Oleh karenanya, Polem menambahkan agar TKD Aceh menjalin komunikasi intensif dengan Tim KAJAK, Tim Relawan Bravo Aceh,GAM Independent, Forkab Aceh dan timses relawan Jokowi lainnya untuk bersama-sama menyusun langkah kerja politik dan pembangunan Aceh kedepannya.

Bahkan Polem mengingatkan satu pesan dan Nasehat Ali Bin Abi Thalib bahwa kebenaran yang tidak teroganisir secara rapi akan terkalahkan oleh kebatilan (kecurangan) yang teroganisir dengan rapi.

Untuk itu, demi kemajuan Aceh dikatakan Polem agar ketua TKD Aceh harus menkonsolidasi kekuatan secara baik dan rapi agar kueh pembangunan Aceh lebih berpihak bagi kemajuan pembangunan Aceh ke depannya. demikian disampaikan Polem selaku ketum DPP Forkab Aceh.

 

 

Reporter   : Bukhari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *