Heboh, sidang perkara narkoba sampai 39 kali

by -77 views

MITRAPOL.com, Medan – Meski sudah 39 kali sidang, perkara terdakwa Norzambri bin Zainal tak juga tuntas. Sidang Selasa (9/7/2019), agenda sidang masih pembacaan pledoi kuasa hukum terdakwa.

Dalam persidangan dipimpin hakim ketua Tengku Oyong , kuasa hukum terdakwa, Bambang Hendarto SH dalam pledoi (nota belaan) mengatakan, terdakwa harus dibebaskan dari dakwaan dan tuntutan.

Loading...

Alasannya, papar Bambang, terdakwa tidak pernah didampingi kuasa hukum, baik saat penyidikan, maupun saat persidangan, padahal am yang disangkan primer pasal 122 ayat (2) sedangkan sibsider 127 ayat (1) huruf (a) UU No. 35 tahun 2009 Tentang Narkotika.

Pasal primer, jelas ancamannya diatas lima tahun., jadi terdakwa harus didampingi penasehat hukum saat penyidikan sampai pembacaan putusan. Hal itu sesuai dengan pasal 56 ayat (1) KUHAP, jelas Bambang dalam pledoi ysng dibacakan dalam persidangan terbuka untuk umum .

Meski demikian, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Jacky Situmorang, menuntut terdakwa yang beralamat Jalan Kapten Muslim, Helvetia, Medan dan Selangor, Malaysia ini, tiga tahun 6 bulan penjara, melanggar pasal 127 ayat (1) huruf (a) UU No. 35 tahun 2009 Tentang Narkotika.

Menurut Bambang Hendarto, pihaknya menjadi kuasa hukum terdakwa tigs minggu terakhir ini menjelang pembacaan tuntutan jaksa,” kuasa diberikan kepada kami , baru betkisar tiga minggu, jelang pembacaan tuntutan jaksa, sebelumnys terdakwa tidak meliki pengacara,” jelas Bambang.

Ditambahkan, selain tuntutan dan dakwaan cacat hukum, proses persidangan juga sangat bertele-tele mencapai 39 kali. Artinya, sudah 39 kali terdakwa dibawa ke persidangan, namun jarang disidangkan, sehingga sidang molor dan tidak tuntas.

“Terdakwa dibawa ke pengadilan tapi tidak disidangkan. Makanya kami menilai perkara ini cacat hukum, Kami minta terdskwa dibebaskan dari dakwaan dan tuntutan,” pungkas Bambang.

 

 

Reporter   : Zul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *