Kemensos kirim 10 SDM PKH berprestasi ke Luar Negeri

by -14 views

MITRAPOL.com, Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) mengirimkan 10 Sumber Daya Manusia Program Keluarga Harapan (SDM PKH) yang berprestasi melaksanakan studi banding ke Filipina. Program ini merupakan perwujudan janji Presiden Joko Widodo sekaligus menjadi langkah pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM PKH sehingga semakin banyak KPM PKH tergaduasi (mengentas) yang tahun ini ditargetkan mencapai 800.000 KPM PKH yang bisa garduasi.

Menteri Sosial Agung Gumiwang Kartasasmita mengatakan kesepuluh SDM PKH terpilih tersebut telah melalui serangkaian seleksi ketat sejak April hingga Mei 2019. “Mereka menjalani seleksi yang ketat dan dinyatakan layak untuk mengikuti studi banding ke Filipina,” ujar Agus Gumiwang, dalam siaran pers, Selasa, (9/7).

Kriteria penilaian antara lain dibedakan tergantung tenaga ahli. Untuk Tenaga Ahli Pusat, berkinerja baik berdasarkan penilaian kinerja tahun 2018. Sementara untuk Koordinator Regional (Koreg), Koordinator Wilayah (Korwil), dan Koordinator Kabupatan (Korkab), berkinerja baik berdasarkan penilaian kinerja tahun 2018. Juga dari hasil persentase tertinggi jumlah kpm graduasi sejahtera mandiri atau jumlah KPM tahap 2 tahun 2019 diwilayah kerjanya masing masing.

Sementara untuk Pekerja Sosial dan Pendamping Sosial. Keduanya harus berkinerja baik berdasarkan penilaian kinerja tahun 2018 dan jumlah KPM graduasi sejahtera mandiri terbanyak dalam wilayah kerjanya. “Sedangkan untuk Administrator Pangkalan Data (APD) Kab/Kota, penilaian berdasarkan capaian penutupan final tercepat di tahap 1 sampai 4 tahun 2018 dan tahap 1 sampai 2 tahun 2019. Dari situ dipilih salah satu APD dari Kabupaten atau kota nominator,” jelas Agus Gumiwang.

Paling tidak, ada lima modul yang wajib dikuasi SDM PKH. Yang lima itu adalah modul pendidikan dan pengasuhan anak “Menjadi Orangtua Yang Lebih Baik”, modul pengelolaan keuangan dan perencanaan usaha, modul kesehatan dan gizi, modul perlindungan anak, dan modul kesejahteraan sosial.

Agus Gumiwang mengatakan, 10 SDM PKH akan mengikuti serangkaian kegiatan untuk mengenal pelaksanaan CCT di negara Filipina. Kegiatan tersebut antara lain bertemu dengan Social Protection Specialist World Bank Manila, Ruth R. Rodriguez dan sejumlah penjabat CCT. Pun tak lupa mengunjungi pusat kesehatan.

Agus Gumiwang berharap para SDM PKH dapat menimba ilmu dari program-program yang telah disediakan di Filipina, sehingga bisa mengkombinasikan dengan pelaksanaan PKH di Indonesia.

“Mereka kita harapkan dapat menimba Ilmu dari pelaksanaan Conditional Cash Transfer (CCT) di Filipina sehingga mampu mengkombinasikan dengan pelaksanaan PKH di sini. Mereka juga berbagi pengalaman program serupa yang dikelola oleh pemerintah Phillipina dan menggali hal-hal baru untuk pernyempurnaan PKH ke depan,” tambahnya.

Peningkatan Kualitas FDS

Sedangkan Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Harry Hikmat menambahkan, pemerintah juga terus melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas pelatihan Family Development Session (FDS) kepada pendamping di seluruh tanah air selain mengirim SDM PKH ke luar negeri.

“Hal ini merupakan bagian upaya pemerintah mendorong SDM PKH agar dapat memacu kenaikan graduasi mandiri KPM PKH,” pungkas Harry.

 

 

Reporter : Adi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *