Pembunuhan di BTN Mandala, satu tersangka diduga otak pelaku

by -279 views
AW

MITRAPOL.com, Lebak – Endang Hidayat alias Kodoy, pengusaha Bakso yang ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka bacok disekujur tubuhnya, kasus itu terjadi sekitar pukul 02:30 dini hari, Selasa (9/7/2019) di Perumahan BTN Mandala, Desa Kaduagung Tengah, kecamatan Cibadak, Lebak Banten

Kurang dari 1X24 Jam, Tim Reserse kriminal gabungan dari Polsek Cibadak, Polres Lebak dan Polda Banten berhasil melumpuhkan salah satu terduga pelaku berinisial CP dari pelariannya.

Endang Alias Kodoy merupakan warga Desa Sindanglaya, Kecamatan Sobang yang diketahui baru empat hari mengontrak sebuah perumahan di BTN Mandala, rencananya, Endang akan menjalankan usaha Bakso diwilayah Rangkasbitung.

Sementara itu, menurut informasi yang diperoleh mitrapol.com, AW (19), Warga Kp. Sindang Agung Desa Hariang kecamatan Sobang sebelum kejadian sudah beberapa hari menumpang nginap diperumahan tersebut

Sebagaimana diterangkan ‘S’ tetangga korban sepulang dari RSUD Adjidarmo, tempat AW dan korban dievakuasi petugas dari TKP.

“Katanya dia disuruh datang mau dimasukan kerja jadi security sama korban,” ujarnya menceritakan ucapan AW kepada setiap orang yang datang membesuknya

Namun mencuat kabar, bahwa AW (19) ikut menginap bukan meminta dimasukan kerja, akan tetapi sedang menagih uang kiriman dari ibunya yang bekerja sebagai TKW di Saudi ditransferkan melalui rekening korban, Konon uang kiriman tersebut sudah lama masuk tapi belum diserahkan juga kepada AW

Dalam kasus terswbut, AW pingsan disamping Jasad korban tewas di TKP, dirinya mengaku dibius, diikat, seolah turut jadi korban.

Namun modus yang didramatisir AW untuk menggiring opini bahwa ia adalah korban gagal untuk mengelabui petugas, kecuali orang disekelilingnya yang membesuk dari kecamatan Sobang.

Sebelum kejadian, AW juga menceritakan sebelum kejadian ia menjemput sesorang diterminal mandala yang disebut tamu korban, namun fakta kuat yang dijemputnya diduga CP yang merupakan teman sekampungnya.

Menelisik lebih dalam, AW diperkirakan kesulitan untuk meminta uang kiriman ibunya dari tangan korban, sehingga dirinya memutuskan berbuat anarkis, namun lantaran tidak berani kepada korban AW diduga menghubungi CP yang sedang bekerja di Jakarta untuk meminta bantuan untuk menghabisi korban.

Update Status terakhir pada akun facebook milik CP menulis “Tanah Abang – Rangkasbitung” diduga kuat saat itu CP dalam perjalanan memenuhi panggilan AW dari rumah kontrakan korban dan menuju terminal mandala, hingga dijemput AW.

“Dia ngaku disuruh jemput teman korban, setelah dijemput katanya mereka sempat minum kopi bersama korban, namun AW berpura-pura tidak mengenal hanya ingat gambar tato sebelum dirinya dibius pelaku yang berjumlah 3 Orang,” ujar warga yang menceritakan ocehan bohong AW di RSUD.

Kejanggalan itu tercium polisi, AW dan CP diketahui teman seusia dan tinggal sekampung di Desa Hariang.
Sementara Endang, berusia 39 Tahun berdomisili warga Desa lain. (Sindanglaya-RED) Selain itu juga saat di TKP, kondisi AW nampak mulus tanpa luka saat evakuasi bersama jasad korban menjadi tandatanya.

“Ternyata itu yang berpura-pura diikat ternyata temennya pelaku,” Kata Plh. Kapolsek Cibadak Iptu Budiono

Tak selang berapa lama, tim reserse kriminal gabungan dari Polsek Cibadak, Polres Lebak dan Polda Banten berhasil membekuk CP yang diduga sebagai pelaku panggilan AW, bahkan beredar kabar bahwa CP diiming-imingi bayaran 10 juta untuk mengikuti drama AW menagih uang dari korban.

Setelah mengeksekusi Endang alias Kodoy, CP sempat kabur melalui atap rumah namun aparat berhasil menangkapnya tidak jauh dari TKP yaitu, di Kampung Kandang Numpang, Desa Pasar keong, Kecamatan Cibadak, sekitar pukul 14:00 WIB.

Setelah CP tertangkap dan diperiksa Polisi, terungkaplah bahwa AW bagian dari kasus pembunuhan bahkan dinilai sebagian pihak sebagai otak pelaku pembunuhan Endang.

Tanpa membuang waktu Polisi langsung menyered AW dari bangsal RSUD Adjidarmo guna mengakhiri drama yang tengah diperankan dengan berpura-pura sebagai korban CP.

Meski demikian, dugaan motif menagih uang kiriman dan modus tersebut sudah dapat dibuktikan oleh jajaran Mapolres Lebak

“Motif pembunuhan belum diketahui, masih dalam pengembangan dan masih dalam pemeriksaan,” tutup Budiono.

Achmad fatoni, selaku orang tua CP mengaku kaget dan sangat heran, menurutnya, CP yang selama ini diurus oleh keluarga ibu kandunya pasca perceraian, tidak disangka bisa berbuat seperti itu.

“Setahu saya dia kerja, kemarin dia baru beli Emas 2 Gram buat tabungan untuk menikah, selama ini dia baik sama adik-adiknya meskipun beda ibu kandung, saya kaget tidak pernah mengira, apalagi kejadiannya dirangkas, sedangkan saya tahu dia kerja di Jakarta,” ungkapnya.

Achmad Fatoni menambahkan, kata dia, orang tua tidak akan ikhlas jika anaknya jadi korban atau mengorbankan orang lain.

“Saya dapat merasakan betapa keluarga korban sangat terpukul atas kejadian ini, saya akan meminta maaf kepada keluarga korban atas perbuatan anak saya,” pungkasnya.

 

 

Reporter : Ubay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *