Suara mesin percetakan plastik dikeluhkan warga, Instansi terkait jangan tutup mata

by -80 views

MITRAPOL.com, Jakarta – Keberadaan percetakan Plastik dipemukiman padat penduduk dikeluhkan warga. Suara mesin cetak membuat warga tak nyaman, apalagi aktivitas percetakan plastik dengan jam kerja dari pagi hingga malam.

Menurut ketua Rukun Warga (RW) Muh. Alan menjelaskan,”ya saya tau dan sudah menerima pengaduan dari salah warga yang merasa terganggu dengan adanya kegiatan percetakan plastik, dan surat pengajuan yang merasa terganggu, sudah saya terima dan saya sudah sampaikan ke pihak terkait seperti lurah, Camat, dan walikota,” ujarnya. Rabu (10/07/19)

Kembali dikatakan,”Saya pun jujur tidak ada laporan terkait kegiatan percetakan plastik yang ada di wilayah Jalan bakti 2, RT 03/07 No.24 Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara ini, karena pemiliknya pun tidak ada laporan, begitu ada hal seperti ini baru ada pembicaraan, saya sebagai (RW) hanya menengahi dan namanya pengaduan saya tindak lanjuti untuk dapat diselesaikan, Secara musyawarah, dan kasus ini sudah disampaikan ke pak Lurah,” jelasnya.

Ramli, salah satu warga yang merasa terganggu dengan aktifitas percetakan tersebut menjelaskan, ,”saya merasa terganggu seperti hidup didalam kereta Api Dag Dug Dak Dug suara mesin percetakan itu, sangat terdengar Jelas ke dalam rumah, getarannya sangat kuat membuat tembok yang terdapat cermin di depan kamar saya bergetar,” keluhnya.

“Dua mesin percetakan itu tepat berada dibelakang dinding rumah saya, Mas sudah mendengar sendirikan bagaimana suaranya mesin itu, yang aktif baru satu, kalau dua-duanya aktif bagaimana rasanya, itu aja Jendela rumah saya tertutup coba kalau terbuka suaranya benar- benar mengganggu, bagaimana Jika anda menjadi saya,” jelasnya.

Keluhan saya sudah saya sampaikan ke Kelurahan, tapi penjelasan pak Lurah tidak masuk akal, harus menunggu beberapa bulan tidak mudah untuk ditindak lanjuti, saya hanya ingin tinggal tenang dirumah saya kok susah, padahal sudah jelas kegiatan percetakan plastik itu tidak mengantongi izin apa pun kenapa masih dibiarkan ada apa ?

Saat dikonfirmasi, Santo mewakili pemilik mengatakan, “sebenarnya sih yang konyol bukan kita ya, tapi dia, masalah begini kok sampai bawa-bawa Media, kalau bukan anak kecil bisa diselesaikan baik baik , kita gak emosi jadi kepancing emosi, gak pernah kejadian pak emang kita kasus apa sih pembunuhan jual narkoba juga enggak kita orang loh pak bukan tuhan,” ujarnya.

Saya Juga pengen tahu sebesar apa sih rasa terganggu dia dengan suara mesik plastik saya, saya biar tahu dan bisa duduk bareng, untuk mencari solusi yang baik,” tambah Cun-cun adik Santo anak pemilik percetakan plastik itu.

Padahal sudah sering saya kerumah pak Ramli, namun tidak pernah ada dirumah, menurut istrinya, saya pun sudah menyampaikan untuk dapat bertemu agar dapat diselesaikan secara musyawarah,” tutup Cun cun

 

 

Reporter : Shem

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *