Belum bayar uang iuran, Oknum Guru SMPN 17 Pekalongan tagih saat murid masuk kelas

by -152 views

MITRAPOL.com, Jateng – Salah seorang orang tua siswa Kelas 9 menyayangkan tindakan seorang oknum guru di SMP 17 Kota Pekalongan Jawa Tengah yang menagih kekurangan pembayaran uang iuran/sumbangan sekolah saat anaknya duduk di kelas 8.

Kepada MITRAPOL com, murid yang baru masuk kelas 9 E di SMP 17 Kota Pekalongan mengatakan, “Saya ditegur oleh guru saya, ibu Rohmah yang mengatakan, kok pede kamu masuk di kelas 9 E ini, kan kamu belum ambil atau pun menyelesaikan buku raportnya saat duduk di kelas 8, oleh karena itu akhirnya saya pulang menemui orang tua saya untuk menyampaikan masalah ini,” katanya. Senin (15/07/2019).

Ditempat yang sama orang tua murid tadi mengatakan,“Anak saya saat kelas 8 ditarget iuran atau sumbangan sebesar Rp.600,000 pertahun, dan saya baru bayar 300,000 masih kurang 300,000, lagi, sehingga ditagih kepada anak saya,” jelasnya.

Sekretaris SMP N 17 Eko, saat dikonfirmasi di ruang tamu SMP 17 mengatakan, bahwa benar tadi saya sudah ketemu wali muridnya disini, dan saya sampaikan bahwa ini adalah miss komunikasi, bahwa di sekolah ini tidak pernah memungut biaya, hanya sekedar sumbangan sukarela, kalau memang ada guru yang meminta atau menagih iuran itu saya tidak tau, nanti saya tanyakan dulu kepada yang bersangkutan, dan jenengan nati juga bisa tanya langsung kepada Kepala Sekolah, tapi saat ini kepala sekolah masih keluar,” ungkapnya.

Ubaet Bagian Tata Usaha (TU) kantor Dinas Pendidikan Kota Pekalongan

Ditempat terpisah Ubaet Bagian Tata Usaha (TU) kantor Dinas Pendidikan Kota Pekalongan saat dikonfirmasi diruangannya mengatakan, saat ini Kepala Dinas Pendidikan masih tugas di luar, nanti saya sampaikan kepada beliau, dan akan kami tanyakan dulu kepada guru tersebut yang menagih kekurangan iuran sekolah disaat murid duduk di kelas 8, kalau untuk Sekolah Dasar serta Sekolah Menengah Pertama Negri diseluruh Kota Pekalongan itu gratis tidak dipungut biaya apapun, untuk informasi lebih jelas nanti ketemu Kepala Dinas saja,” pungkasnya.

Sementara oknum guru itu sendiri sampai berita ini ditayangkan belum bisa ditemuin untuk dikomfirmasi.

 

 

Reporter : Irul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *