Kejari Halteng bidik mantan Kades Masure dan anaknya atas kasus ADD/DD

by -197 views
Kantor Kejaksaan Negeri Halmahera Tengah, Maluku Utara.

MITRAPOL.com, Halteng – Di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Provinsi Maluku Utara (Malut), masih banyak Kepala Desa (Kades) yang belum memiliki kompetensi dalam mengelola Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD).

Penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan Negeri Halteng, kembali membidik mantan Kepala Desa (Kades) Masure, Kecamatan Patani Timur, SJ atas dugaan penyalahgunaan ADD dan DD tahun 2015 dan 2016.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Halteng, Jefri Gultom saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya tengah menyeriusi kasus mantan Kades Masure.

Katanya, Kejari masih melakukan pengumpulan data dan pemeriksaan terhadap para saksi (Lidik-red).

“Masih tahap puldata dan pulbaket saksi-saksi. Sekitar 15 orang yang uda diperiksa,” singkat Jefri melalui Via WhatsApp, Senin (15/7/2019) pukul 09.27 wit.

Dari kasus itu, rupanya HS yang merupakan anak kandung dari mantan Kades Masure, diduga ikut terlibat dalam problem ayahnya sendiri.

Sebab HS sendiri diberi jabatan sebagai Bendahara Desa Masure oleh ayahnya (SJ). Akan tetapi siapa sangka, didalam persoalan SJ juga menyeret nama anaknya.

Tak sampai disitu, dari kasus penyalahgunaan ADD dan DD ini juga menyeret nama Pejabat Sementara (Pjs) Kades Masure periode 2016-2017, yakni, HT.

Seorang warga Desa Masure yang enggan disebutkan namanya kepada kru media ini mengatakan, dari hasil audit Inspektorat 2018, ditemukan kerugian negara bersumber dari ADD dan DD kurang lebih Rp 420 juta.

“Yang diduga terlibat mantan kades Masure (SJ) dan anaknya Kades sendiri (HS) yang ditunjuk sebagai bendahara, serta sejumlah staf pada masa periode kemarin,” inbox narasumber tersebut, Senin (15/7/2019) pukul 08.59 wit.

 

 

Kontributor : Sahwan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *