Guru ASN ditarik dari Yayasan, GMNI Mimika siap turun ke jalan

by -212 views

MITRAPOL.com, Timika – Rencana penarikan guru oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mimika, Papua, Jeni O Usmani, terhadap para guru Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sedang menjalankan tugas di sekolah-sekolah Yayasan Kabupaten Mimika kembali menuai polemik.

Berbagai tokoh termasuk salah satu tokoh agama, yakni Uskup Timika, Mgr. Jhon Philip Saklil, Pr. Kepada wartawan menyatakan bahwa penarikan guru merupakan kejahatan kemanusiaan dan mematikan pendidikan di Papua.

Pernyataan Uskup Timika tersebut didukung oleh sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Mimika, Papua, Arden Temorubun.

Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Mimika, Papua, Arden Temorubun.

Arden kepada MITRAPOL di Timika, Selasa, (16/07) menyatakan, dengan menarik guru-guru yang merupakan produk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sedang menjalankan tugas mulianya di sekolah Yayasan yang ada di Kabupaten Mimika akan berdampak buruk dalam berbagai hal, salah satunya adalah gagal dalam mencerdaskan generasi bangsa khususnya generasi yang telah memilih sekolah-sekolah Yayasan di wilayah Kabupaten Mimika, Papua.

“Ini bisa disebut mematikan karakter pendidikan dan membunuh generasi anak bangsa yang sedang mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah yayasan,” ujar Arden.

“Kami (GMNI) menilai bahwa kebijakan ini tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan meminta agar Jeni Usmani (Kadisdik) segera menarik kembali kebijakannya karena telah mendapat kecaman dari berbagai pihak, kami juga sangat mendukung statement yang sudah dikeluarkan oleh tokoh agama, Bapak Uskup Timika, Mgr. Jhon Philip Saklil, Pr. yang menyatakan bahwa penarikan guru merupakan kejahatan kemanusiaan dan mematikan pendidikan di Papua,” ungkap Temorubun.

Dirinya juga menambahkan, dalam waktu dekat GMNI akan segera mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika untuk mencari solusi dan menyelesaikan permasalahan ini bersama Wakil Rakyat

Bila tuntutan ini tidak diindahkan sama sekali, maka pihaknya akan menempuh langkah lainya yakni menghidupkan parlemen jalanan dengan menurunkan seluruh kader-kader GMNI bersama Organisasi Kepemudaan (OKP) lainya untuk menuntut mundur Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Jeni Usmani

“Pertama ke-DPRD dan kalau memang tidak ada jalan lagi terpaksa kami (GMNI) akan siap turun jalan melakukan demo damai untuk menuntut kepala Dinas Pendidikan, Jeni Usmani,” tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mimika, Jeni O Usmani mengeluarkan pernyataan tegas kepada awak media bahwa, sebelum memasuki tahun ajaran baru ini, pihaknya akan menarik seluruh guru ASN yang sedang mengajar di sekolah-sekolah Yayasan se-Kabupaten Mimika untuk ditempatkan di sekolah-sekolah Negeri karena dibiayai oleh Negara.

 

 

Reporter : AQM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *